155 Kasus Suspek, Dinkes Kota Cimahi Tingkatkan Kewaspadaan Campak

Kasus Suspek Campak
Ilustrasi-Penyakit Campak (IStockphoto)
-

Tidak ada video disisipkan.

CIMAHI, TEROPONGMEDIA.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi meningkatkan kewaspadaan di tengah kemunculan kasus campak. Sebanyak 155 kasus suspek penyakit menular itu terdeteksi namun hanya 16 orang yang dinyatakan positif berdasarkan hasil pengujian di laboratorium.

Kepala Dinkes Kota Cimahi Mulyati mengatakan kasus temuan penyakit campak itu didapat dari laporan rumah sakit di Kota Cimahi. Sehingga jumlah yang terdeteksi tersebut bukan hanya yang berasal dari Kota Cimahi saja, tapi ada juga dari luar daerah.

“Di Cimahi itu dari 155 suspek yang udah positif 16 orang. Tapi itu bukan hanya warga Cimahi saja, ada juga dari luar daerah yang dirawat di rumah sakit di Cimahi. Tapi sekarang sudah sembuh,” ungkap Mulyati, Selasa (7/4/2026).

Dari 16 kasus yang terkonfirmasi positif, terang dia, 15 orang di antaranya ternyata belum pernah mendapatkan imunisasi campak atau vaksin MR (campak-rubbela). Sehingga Dinkes Kota Cimahi mengimbau agar para orang tua membawa anaknya untuk mendapatkan vaksin MR.

Baca Juga:

Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira Tinjau Pelaksanaan Ujian TKA

Berantas Pencemaran, Pemkot Cimahi Tutup TPS Ilegal di Pasar Recok Melong

Mulyati menegaskan, imunisasi merupakan cara paling efektif sebagai penangkal campak. Sebab, vaksin tersebut bisa menambah kekebalan tubuh anak. Jadwal dasar diberikan pada usia bayi 9 bulan, dilanjutkan booster pada usia di bawah 2 tahun atau 18 bulan dan 5-7 tahun pada program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

“Jadi 15 orang itu ternyata belum diimunisasi campak. Kalau untuk di Kota Cimahi, imunisasi bisa dilakukan di rumah sakit, Puskesmas, klinik sampai bidan mandiri juga ada. Tahun 2025 cakupan IDL (imunisasi dasar lengkap) di kita sudah di atas 95 persen,” kata dia.

Mulyati juga menekankan pentingnya etika batuk dan bersin untuk mencegah penularan campak. Sebab, penularan penyakit tersebut bisa melalui droplet dari orang ke orang. Campak disebabkan virus yang termasuk dalam genus Morbillivirus dari Paramyxoviridae.

“Tutup mulut saat batuk dan sering mencuci tangan, menjauhkan anak dari orang yang menunjukkan gejala demam dan ruam. Kemudian pola hidup bersih dan sehat juga sangat penting untuk pencegahan campak,” imbuh dia.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
KDS Kebut Tangani Banjir Kabupaten Bandung, Normalisasi Sungai hingga Bangun Drainase Baru
KDS Kebut Tangani Banjir Kabupaten Bandung, Sungai Dikeruk hingga Bangun Drainase Baru
Dorong Swasembada Kedelai, KDM Minta Petani Lakukan Ini
Dorong Swasembada Kedelai, KDM Minta Petani Lakukan Ini
favehotel Hyper Square Bandung Hadirkan Meeting Package Harga Terjangkau Untuk Kebutuhan Bisnis
favehotel Hyper Square Bandung Hadirkan Meeting Package Harga Terjangkau Untuk Kebutuhan Bisnis
OJK Jabar Dukung Penguatan Peran BPR dan BPRS bagi Ekonomi Rakyat
OJK Jabar Dukung Penguatan Peran BPR dan BPRS bagi Ekonomi Rakyat
Gus Muhaimin Kukuhkan KDS sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung
Gus Muhaimin Kukuhkan KDS sebagai Ketua PKB Kabupaten Bandung
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

5

Headline
Kota Bandung Jajaki Kolaborasi Kebudayaan dan Industri Kreatif dengan Prancis
Kota Bandung Jajaki Kolaborasi Kebudayaan dan Industri Kreatif dengan Prancis
timnas-kanada-saatnya-les-rouges-buat-sejarah-di-800-2026-05-02-091044_0
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia-Herzegovina Piala Dunia 2026, Tuan Rumah Bidik Kemenangan Bersejarah di Laga Pembuka
Bandung Zoo
Ada Pengelola Baru, Pemkot Siapkan Tahapan Perizinan dan Transisi Operasional Bandung Zoo
Sumber: Ilustrasi AI
Pertamax Resmi Naik! Cek Rincian Harga Terbaru BBM Pertamina di Sini