2 Korban Tewas Longsor Cilacap Ditemukan, 18 Masih Hilang

longsor cilacap-2
(FAJAR)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Upaya pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, membuahkan hasil.

Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua korban meninggal dunia pada Sabtu pagi, (15/11/2025), menambah total korban meninggal menjadi 5 orang.

Kedua korban yang ditemukan di lokasi worksite A2 diidentifikasi sebagai Muhammad Hafiz (16) yang ditemukan pada pukul 10.06 WIB, dan ibunya, Nur Isnaini, yang ditemukan pada pukul 10.44 WIB.

Kepala Kantor SAR Cilacap, Abdullah, mengonfirmasi penemuan tersebut. Dengan penemuan ini, dari total 21 orang yang dilaporkan hilang pada awal operasi, tim kini fokus mencari 18 korban yang masih dinyatakan hilang.

Tim SAR gabungan, yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan, telah membagi area pencarian menjadi dua sektor utama: Sektor A (dibagi menjadi worksite A1, A2, dan A3) dan Sektor B (dibagi menjadi worksite B1 dan B2).

Baca Juga:

Pencarian Korban Longsor Cilacap: Tim Sar Kerahkan Anjing Pelacak

Prabowo Sampaikan Duka Mendalam untuk Korban Longsor di Cilacap

Untuk mempercepat evakuasi, tim telah mengerahkan sembilan ekskavator, sembilan anjing pelacak, dan sembilan alcon.

Penambahan personel juga dilakukan, sehingga total tim SAR gabungan mencapai 667 orang, dengan 512 orang di antaranya terjun langsung melakukan pencarian di lokasi bencana.

Proses evakuasi menghadapi kendala utama, yaitu tingkat kelabilan tanah yang sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Kepala Kantor Tim SAR Cilacap, Abdullah, menjelaskan bahwa suasana yang cenderung berawan dan hampir tidak ada matahari menjadi perhatian serius.

“Seperti kita ketahui bersama bahwa dari pagi hari sampai dengan sekarang hampir kita tidak pernah melihat matahari dan suasana memang cenderung ke berawan. Dan ini menjadi satu konsen kami tersendiri. Ketika ada hujan turun secara otomatis kami akan menghentikan operasi sementara,” kata Abdullah.

Hal ini dilakukan demi mempermudah personel melakukan evakuasi, mengingat struktur tanah di lokasi bencana rentan ambruk dan keberadaan korban diperkirakan mencapai sekitar 3 meter di bawah permukaan tanah.

(Anisa Kholifatul Jannah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana Gelar Edukasi Olah Sampah Organik di Desa Cikadut
Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana Gelar Edukasi Olah Sampah Organik di Desa Cikadut
Lepas Bapenda Bedas Run, KDS Ajak Warga Taat Pajak Dukung Pembangunan
Lepas Bapenda Bedas Run, KDS Ajak Warga Taat Pajak Dukung Pembangunan
KDS Kebut Tangani Banjir Kabupaten Bandung, Normalisasi Sungai hingga Bangun Drainase Baru
KDS Kebut Tangani Banjir Kabupaten Bandung, Sungai Dikeruk hingga Bangun Drainase Baru
Dorong Swasembada Kedelai, KDM Minta Petani Lakukan Ini
Dorong Swasembada Kedelai, KDM Minta Petani Lakukan Ini
favehotel Hyper Square Bandung Hadirkan Meeting Package Harga Terjangkau Untuk Kebutuhan Bisnis
favehotel Hyper Square Bandung Hadirkan Meeting Package Harga Terjangkau Untuk Kebutuhan Bisnis
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

4

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

5

Headline
Harga Kedelai Melonjak, Farhan Minta Perajin Tahu Tempe Tetap Produksi
Harga Kedelai Melonjak, Farhan Minta Perajin Tahu Tempe Tetap Produksi
Kota Bandung Jajaki Kolaborasi Kebudayaan dan Industri Kreatif dengan Prancis
Kota Bandung Jajaki Kolaborasi Kebudayaan dan Industri Kreatif dengan Prancis
timnas-kanada-saatnya-les-rouges-buat-sejarah-di-800-2026-05-02-091044_0
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia-Herzegovina Piala Dunia 2026, Tuan Rumah Bidik Kemenangan Bersejarah di Laga Pembuka
Bandung Zoo
Ada Pengelola Baru, Pemkot Siapkan Tahapan Perizinan dan Transisi Operasional Bandung Zoo