BALI, TEROPONGMEDIA.ID – Penutupan operasional selama Hari Suci Nyepi berdampak signifikan terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Dalam kurun waktu 24 jam, ratusan jadwal penerbangan terpaksa dihentikan sementara demi menghormati pelaksanaan hari suci umat Hindu tersebut.
Communication and Legal Division Head Bandara Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, mengungkapkan bahwa total 440 penerbangan tidak beroperasi selama periode penutupan, terdiri dari 231 rute domestik dan 209 rute internasional. Selain itu, sebanyak 19 pesawat tercatat tetap berada di bandara untuk parkir inap (remain over night).
Meski aktivitas penerbangan berhenti total, kondisi di bandara tetap terkendali.
“Dapat kami sampaikan bahwa situasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai selama Hari Suci Nyepi berlangsung kondusif,” ujarnya.
Baca Juga:
Ribuan Umat Hindu Padati Candi Prambanan Ikuti Tawur Agung Kesangga Hari Suci Nyepi
Setelah masa hening berakhir, operasional bandara kembali dibuka pada Jumat (20/3) pukul 06.00 Wita. Aktivitas penerbangan pun langsung kembali bergerak dengan kedatangan pertama dari rute domestik Surabaya menggunakan maskapai Citilink yang mendarat pukul 06.52 Wita.
Tak lama berselang, penerbangan internasional dari Hong Kong oleh Hong Kong Airlines juga tiba di Bali pada pukul 06.58 Wita, menandai kembali pulihnya konektivitas udara internasional dari dan ke Pulau Dewata.
Untuk keberangkatan, penerbangan domestik Denpasar–Surabaya menjadi yang pertama lepas landas pada pukul 08.10 Wita, diikuti penerbangan internasional menuju Hong Kong pada pukul 09.00 Wita.
Pembukaan kembali operasional ini sekaligus menandai berakhirnya masa penghentian total aktivitas penerbangan di Bali, yang setiap tahunnya dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap Nyepi, tradisi unik yang menjadikan seluruh pulau seolah “berhenti” sejenak, termasuk sektor transportasi udara.











