JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengumumkan pengunduran diri tiga anggota direksi secara bersamaan, memicu perhatian pelaku pasar terhadap arah strategis perseroan ke depan.
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan menyatakan telah menerima surat pengunduran diri pada 18 Maret 2026.
Tiga direksi yang mengundurkan diri adalah:
- Albert Saputro
- David Thomas Fowler
- Adi Adriansyah Sjoekri
“Permohonan pengunduran diri ketiga anggota Direksi tersebut akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan,” tulis manajemen dalam keterangannya, kamis (25/3/2026).
Menunggu Persetujuan RUPS
Perseroan menegaskan bahwa pengunduran diri tersebut belum efektif dan masih menunggu persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Hal ini sesuai dengan ketentuan anggaran dasar perusahaan serta regulasi pasar modal yang berlaku.
Dengan demikian, secara formal, ketiga direksi masih menjabat hingga keputusan resmi ditetapkan oleh pemegang saham.
Momentum Janggal: Terjadi Usai Produksi Perdana
Yang menarik, pengunduran diri ini terjadi hanya berselang sekitar satu bulan setelah momen penting perusahaan: first gold pour di Tambang Emas Pani, Gorontalo, pada 14 Februari 2026.
Peristiwa tersebut menandai dimulainya fase produksi emas komersial, yang selama ini menjadi milestone krusial bagi perusahaan tambang.
Produksi awal menghasilkan doré bullion, melalui proses:
- pelindian (heap leach)
- pemulihan emas dengan fasilitas Adsorption, Desorption and Recovery (ADR)
Secara fundamental, fase ini biasanya menjadi katalis positif bagi valuasi perusahaan, bukan justru diiringi perubahan besar di level manajemen.
Saham dan Valuasi Masih Solid
Di tengah kabar tersebut, saham EMAS tercatat berada di level Rp9.500 pada perdagangan terakhir.
Dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar Rp132,64 triliun, perusahaan masih berada dalam kategori emiten tambang dengan valuasi besar di pasar domestik.
Namun, perubahan struktur direksi secara serentak berpotensi memunculkan persepsi risiko baru di mata investor.
Baca Juga:
KCIC Beri Diskon Tiket Whoosh hingga Rp100 Ribu Selama Mudik Lebaran 2026
Daftar Orang Terkaya Muslim 2026, Ada Bos Semen hingga Raja Teknologi!
Sinyal Strategis atau Risiko Baru?
Pengunduran diri tiga direksi sekaligus dalam waktu yang berdekatan bukanlah peristiwa yang umum, terutama bagi perusahaan yang baru saja memasuki fase produksi.
Ada dua kemungkinan yang biasanya dibaca pasar:
- Restrukturisasi strategis pasca masuk fase produksi
- Perbedaan arah kebijakan internal di level manajemen
Tanpa penjelasan rinci dari perseroan, pasar cenderung akan bersikap hati-hati sambil menunggu keputusan RUPS.
Dalam jangka pendek, sentimen ini berpotensi menciptakan volatilitas pada saham EMAS, terutama di tengah ekspektasi tinggi terhadap kinerja produksi emas dari Tambang Pani.
(Dist)