JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Perjalanan spiritual Samantha Elsen menyisakan cerita emosional yang tak banyak diketahui publik. Adik kandung aktor Darius Sinathrya itu mengungkap bahwa keputusannya menjadi mualaf sempat memicu konflik hebat dengan sang ayah.
Dalam pengakuannya, Samantha menceritakan momen ketika ia akhirnya menyampaikan keputusan tersebut secara langsung.
“Pah maaf ya, mungkin papa enggak akan bangga sama apa yang aku sampein, tapi aku udah memilih nih aku udah mantapin diri aku mau pindah,” ucapnya di Podcast Melany Ricardo, dikutip Sabtu (
Reaksi Keras Sang Ayah
Respons yang ia terima ternyata jauh dari harapan. Samantha menyebut ayahnya sangat terkejut dan marah besar hingga melontarkan kalimat tidak ingin lagi menganggapnya sebagai anak.
Namun, alih-alih membalas dengan emosi, Samantha memilih tetap tenang.
“Ya enggak apa-apa tapi kan aku tetap anaknya Papa. Kalau Papa ngerasa kayak gitu hari ini enggak apa-apa aku terima,” tuturnya.
Sebagai mahasiswi psikologi kala itu, ia mengaku mampu memahami gejolak emosi dan kekecewaan mendalam yang dirasakan ayahnya.
Konflik ini memiliki latar belakang sejarah yang kompleks. Ayah Samantha sebelumnya merupakan penganut Islam yang kemudian berpindah keyakinan menjadi Katolik.
Keputusan Samantha kembali memeluk Islam seakan membuka kembali bab lama dalam perjalanan spiritual keluarga mereka.
Hubungan keduanya pun membeku. Komunikasi hanya terjadi sekitar enam bulan sekali dengan suasana tegang.
Keputusan Samantha bahkan sempat dianggap sebagai bentuk pemberontakan oleh orang-orang di sekitarnya. Namun ia menegaskan bahwa langkah tersebut murni hasil pencarian panjang dan kesadaran pribadi.
Peran Darius Sinathrya
Di tengah situasi tersebut, Darius Sinathrya sempat mencoba menjadi jembatan komunikasi. Ia berdiskusi dengan sang adik mengenai dampak keputusan itu terhadap ayah mereka.
Namun Samantha tetap teguh dengan pilihannya, meyakini bahwa kebebasan menentukan jalan spiritual adalah hak setiap individu.
Titik Balik Saat Sakit
Titik terang rekonsiliasi datang ketika kondisi kesehatan sang ayah menurun akibat stroke. Dalam masa kritis itu, ayahnya mengaku mengalami pengalaman spiritual yang mendalam.
Ia merasa mendapat peringatan agar menyelesaikan urusan yang belum tuntas dengan anaknya sebelum ajal menjemput.
Pengalaman tersebut mendorong sang ayah untuk lebih dulu menghubungi Samantha dan menyampaikan permintaan maaf secara tulus.
Baca Juga:
Ruben Onsu Blak-blakan Dijauhi Keluarga Usai Jadi Mualaf
Heboh Hannah Al Rashid Kedapatan Follow Akun Tentara Israel, Dijawab Singkat!
Hubungan yang Kembali Mencair
Sejak momen itu, hubungan ayah dan anak yang sempat retak perlahan membaik. Komunikasi kembali terjalin, canda tawa mulai hadir, dan ketegangan memudar.
Kisah Samantha Elsen menjadi potret bahwa perbedaan keyakinan dalam keluarga bukanlah akhir dari segalanya. Waktu, empati, dan keberanian untuk meminta maaf dapat membuka kembali pintu yang sempat tertutup rapat.











