BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Musisi Aditya Bagja atau yang lebih dikenal sebagai Adit, mantan bassis band rock The SIGIT, akhirnya buka suara soal alasan sebenarnya di balik keputusannya mundur dari grup yang membesarkan namanya.
Dalam sebuah obrolan santai di siniar KHAIRoom di YouTube bersama dua rekan sesama musisi yang juga memilih hijrah, Reda Samudera dan Uki Kautsar, Adit mengungkap bahwa keputusan itu bukan karena masalah hukum atau konflik internal, melainkan karena “kehampaan di puncak karier”.
Lelaki berusia 42 tahun itu menceritakan bahwa dirinya sempat berada di titik jenuh yang luar biasa dalam perjalanan bermusik. Semua pencapaian duniawi sebagai seorang rockstar, katanya, sudah diraih. Namun, anehnya, justru tak ada lagi yang terasa istimewa.
“Ah, segini doang gitu. Nggak kerasa euforianya yang gimana gitu, nggak,” ungkap Adit dalam perbincangan tersebut.
Baca Juga:
Deretan Konser Seru di Bandung Minggu Ini: Dari Sugar Beat Vol 3 hingga The Sigit
Momen Adit kehilangan selera musik
Ia menggambarkan perasaannya seperti seseorang yang sudah berhasil mendaki gunung dan tiba di puncak, namun justru hanya menemukan kekosongan. Perasaan itu membuat Adit perlahan kehilangan semangat untuk berkarya, bahkan untuk sekadar mencoba ide musik baru.
“Pada satu momen, saya kok ngelihat YouTube tuh malah kuliner, bukan musik lagi,” kenangnya, sambil tertawa kecil mengenang perubahan minatnya kala itu.
Menurut Adit, perasaan jenuh itu menjadi titik balik dalam hidupnya. Ia mulai mencari makna di luar dunia musik yang selama ini digelutinya.
Keputusan untuk mundur dari The SIGIT pun akhirnya diambil dengan penuh kesadaran dan ketenangan.
Sebagai informasi, Aditya Bagja resmi hengkang dari The SIGIT sejak tahun 2023. Posisi bass yang ditinggalkannya kini diisi oleh Aghan Sudrajat, yang sebelumnya berperan sebagai sound engineer untuk band tersebut.
Meski tak lagi tampil di panggung bersama The SIGIT, Adit menegaskan bahwa dirinya tetap mencintai musik. Ia kini memilih fokus pada perjalanan spiritual dan aktivitas kreatif lainnya yang memberinya ketenangan baru.
(Hafidah Rismayanti/Aak)











