BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Golkar, Agung Yansusan menyoroti tingginya pelaku Judi Online (Judol) di Jabar.
Diketahui, Jabar menempati peringkat pertama sebagai provinsi dengan jumlah pemain dan nilai transaksi judi online terbanyak di Indonesia.
Jabar memiliki 535 ribu pemain judi online aktif, atau 2,6 juta warga Jabar terlibat. Dengan uang yang dikeluarkan mencapai Rp5,9 triliun.
Agung menilai pelaku judi online merupakan salah satu orang yang susah diberi nasihat karena telah menjadi orang yang keras kepala.
Dia juga mengimbau kepada warga Jabar untuk malu karena karena berada di rangking pertama provinsi yang paling banyak mengakses Judol.
Baca Juga:
Agung Yansusan dan Komisi II DPRD Jabar Matangkan Strategi Mekanisasi Pertanian Tahun 2026
Agung Yansusan dan Komisi II Kunjungi Balai Pelatihan Tanaman Pangan dan Holtikultura di Cianjur
Selain itu, Agung yang merupakan anggota Komisi II DPRD Jabar ini juga menyayangkan pelaku Judol malah menggunakan dana Bantuan Sosial (Bansos) dari pemerintah.
“Uang habis, hidup nggak tenang, masa depan melayang. Ingat, satu-satunya yang pasti menang di judi online cuma bandarnya, bukan kita,” tulisnya dalam akun instagram @agung.yansusan, dikutip pada Minggu (28/12/2025).
Menurutnya, Presiden Prabowo punya cita-cita mendorong laju perekonomian tinggi di angka 8 persen. Namun akan sulit tercapai jika Judol masih marak.
Hal ini karena uang triliunan dipakai Judol maka dana tersebut tidak berputar di Jabar, tapi pergi ke Kamboja.
“Stop sekarang sebelum terlambat. Jabar Istimewa tanpa Judol!,” katanya.
Dia juga mengingatkan banyak kasus kriminal terjadi akibat Judol, mulai dari Istri bunuh suami, bunuh diri, dan lainnya.
Agung mengimbau kepada warga Jabar untuk terus memberi nasihat kepada temannya yang masih bermain Judol.
“Hese-hese teuing mah diruqyah weh nya,” kata dia.











