Agung Yansusan: Koperasi Merah Putih Bisa Jadi Solusi Lawan Bank Emok

Agung Yansusan
(Instagram/agung.yansusan)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Agung Yansusan, menyoroti urgensi kehadiran Koperasi Merah Putih sebagai solusi alternatif pembiayaan mikro yang sehat dan terjangkau, di tengah maraknya praktik rentenir dan bank emok yang masih meresahkan masyarakat.

Menurut Agung, koperasi berbasis kerakyatan ini berpotensi besar menjadi opsi kedua dalam sistem keuangan mikro, sekaligus menjadi benteng perlindungan bagi masyarakat dari jeratan pinjaman berbunga tinggi.

“Saya tertarik dengan konsep Koperasi Merah Putih karena ini bisa menjadi solusi nyata menghadapi bank emok yang tidak jelas pengawasannya. Sampai hari ini masih banyak kasus masyarakat jadi korban, dari yang rumah tangga rusak, hingga bunuh diri,” ujar Agung saat diwawancarai, Kamis (26/6/2025).

Agung mengungkapkan jika dikelola dengan benar, Koperasi Merah Putih bisa menjadi solusi yang baik.

“Saya rasa Koperasi Merah Putih ini, jika dikelola dengan serius, bisa menjadi jawaban. Apalagi jika benar akan didorong sebagai kebijakan nasional oleh Presiden terpilih Prabowo,” lanjutnya.

Namun demikian, Agung menekankan pentingnya kesiapan kelembagaan dalam menjalankan koperasi secara profesional. Ia mencontohkan, pada tahun 2024 Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Barat membatalkan hibah sebesar Rp1 miliar kepada salah satu koperasi, lantaran dinilai belum siap dari sisi tata kelola.

“Jangan cuma bentuk koperasi di atas kertas, ada SK, ada pengurus, tapi kapasitas mereka tidak memadai untuk mengelola dana masyarakat. Harus ada pelatihan dan pendampingan,” tegasnya.

Baca Juga:

Ijazah Siswa Masih Ditahan, Agung Yansusan Tekankan Implementasi Putusan MK

Pertanian Terabaikan, Agung Yansusan Desak Pemprov Jabar Prioritaskan Ketahanan Pangan

Agung berharap, jika koperasi ini dikembangkan dengan pendampingan yang memadai, Koperasi Merah Putih dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat, sekaligus memberantas praktik rentenir yang kerap menyasar masyarakat kecil.

“Kita butuh koperasi yang bukan hanya hadir sebagai formalitas, tapi betul-betul menjadi solusi ekonomi kerakyatan,” tutup Agung.

(Virdiya/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Bangun Spiritualitas Warga, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
Bangun Spiritualitas Warga, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
Disdik Jabar Pastikan Data PCMB Aman, Siapkan Solusi bagi Calon Murid yang Belum Tertampung di Sekolah Negeri
Disdik Jabar Pastikan Data PCMB Aman, Siapkan Solusi bagi Calon Murid yang Belum Tertampung di Sekolah Negeri
bank bjb Perkuat Inklusi Keuangan Penyandang Disabilitas melalui Program DIA KITA
bank bjb Perkuat Inklusi Keuangan Penyandang Disabilitas melalui Program DIA KITA
Pesan Cinta KDM di Upacara Waisak, Ajak Warga Bijak Manfaatkan Hasil Bumi
Pesan Cinta KDM di Upacara Waisak, Ajak Warga Bijak Manfaatkan Hasil Bumi
saibari
Tottenham Terancam Gagal Dapatkan Ismael Saibari, Bayern Munich Jadi Tujuan Utama
Berita Lainnya

1

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

2

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

5

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
Headline
WIITEX 2026 Catat Transaksi Rp25 Miliar, Jabar Perkuat Ekspor Kopi, Teh, dan Kakao
WIITEX 2026 Catat Transaksi Rp25 Miliar, Jabar Perkuat Ekspor Kopi, Teh, dan Kakao
Pemkot Bandung Hadirkan 2
Pemkot Bandung Hadirkan 2.361 Lowongan Kerja di Job Fair Future Connect 2026
Harga Kedelai Melonjak, Farhan Minta Perajin Tahu Tempe Tetap Produksi
Harga Kedelai Melonjak, Farhan Minta Perajin Tahu Tempe Tetap Produksi
Kota Bandung Jajaki Kolaborasi Kebudayaan dan Industri Kreatif dengan Prancis
Kota Bandung Jajaki Kolaborasi Kebudayaan dan Industri Kreatif dengan Prancis