JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Legenda hidup Manchester United, Sir Alex Ferguson, kembali menyuarakan realitas pahit yang harus diterima para pendukung Setan Merah. Di tengah harapan kebangkitan bersama Ruben Amorim, pelatih paling sukses dalam sejarah klub itu menilai jalan MU untuk kembali menjadi juara Liga Inggris masih sangat panjang—bahkan bisa memakan waktu hingga satu dekade.
Pernyataan itu terasa menohok, terutama datang dari sosok yang pernah membawa Old Trafford ke puncak kejayaan sepak bola Inggris dan Eropa. Namun bagi Ferguson, ini bukan pesimisme, melainkan cerminan siklus panjang dalam dunia sepak bola.
Dari Era Keemasan ke Masa Penantian
Sir Alex Ferguson adalah standar emas Manchester United. Selama lebih dari dua dekade menukangi klub, pria asal Skotlandia itu mempersembahkan 13 gelar Liga Inggris dan dua trofi Liga Champions, menjadikan MU sebagai kekuatan dominan di Premier League.
Prestasi itu pula yang membuat namanya diabadikan lewat patung di luar Old Trafford dan sebuah tribun kehormatan. Namun sejak Ferguson pensiun pada 2013, MU tak pernah lagi menyentuh gelar liga—sebuah kenyataan yang kontras dengan masa lalu gemilang.
Meski sudah tak lagi berada di pinggir lapangan, Ferguson mengaku tetap mengikuti perkembangan klub dengan saksama. Ia kerap hadir di stadion dan memantau proses pembangunan ulang yang kini dijalani MU di bawah Ruben Amorim.
Baca Juga:
Prediksi Skor Aston Villa vs Manchester United Liga Inggris 2025
“Kita Pernah Ada di Posisi Ini”
Ferguson menilai arah Manchester United saat ini sebenarnya sudah mulai membaik. Namun, menurutnya, untuk benar-benar kembali menjadi penguasa Premier League, para suporter harus menyiapkan kesabaran ekstra.
“Dia (Ruben Amorim) adalah pribadi yang baik. Ini tidak mudah,” ujar Ferguson kepada PressBoxPR, dikutip dari Football Transfers.
Ia lalu menarik benang sejarah, mengingatkan bahwa MU pernah berada dalam posisi serupa ketika Liverpool mendominasi Inggris dan Eropa.
“Ketika saya mulai, Liverpool sedang berada di puncak kejayaan. Mereka klub luar biasa, menjuarai Piala Eropa empat kali. Tapi mereka butuh 31 tahun untuk kembali menjuarai liga,” lanjutnya.
Dalam konteks itu, Ferguson menilai siklus kebangkitan tidak bisa dipercepat secara instan.
“Sekarang kita berada dalam situasi yang sama. Bisa jadi 10 tahun, bisa jadi 11 tahun sampai Manchester United kembali juara liga,” tegasnya.
Transfer Jadi Kunci Kebangkitan
Bagi Ferguson, satu faktor krusial yang akan menentukan nasib Manchester United adalah kebijakan transfer. Ia menekankan pentingnya perekrutan pemain yang jauh lebih cermat dan terencana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Itu harus dipikirkan dengan matang. Kita harus memastikan perekrutan pemain jauh lebih baik dari sebelumnya,” katanya.
Pernyataan ini seolah menjadi pengingat bahwa kebangkitan MU bukan hanya soal pelatih atau filosofi permainan, melainkan juga tentang keputusan strategis di balik layar—dari manajemen hingga rekrutmen pemain.
Bagi fans Setan Merah, kata-kata Sir Alex Ferguson mungkin terasa pahit. Namun, dari sosok yang paling memahami arti membangun kejayaan di Old Trafford, pesan itu juga bisa dimaknai sebagai peringatan sekaligus harapan: kebangkitan mungkin lambat, tapi bukan mustahil.











