BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Setelah menuntaskan misi balas dendam dan merebut kembali sabuk juara UFC, Alex Pereira belum berencana berhenti. Petarung asal Brasil itu kini mengarahkan pandangannya ke arena baru, dunia tinju profesional, sebuah langkah berani yang berpotensi menjadikannya legenda sejati lintas disiplin bela diri.
Beberapa bulan lalu, Pereira membungkam semua keraguan dengan cara yang luar biasa. Dalam laga ulang melawan Magomed Ankalaev di UFC 320, ia hanya membutuhkan 1 menit 20 detik untuk mengakhiri pertarungan lewat hantaman siku brutal.
Kemenangan cepat itu bukan hanya pembalasan, tetapi juga pembuktian bahwa dirinya masih menjadi sosok paling mematikan di kelas berat ringan.
Kali ini, Pereira menatap tantangan baru. Dalam wawancara di Connect Cast, seperti dikutip dari Happy Punch, sang juara dua disiplin itu mengonfirmasi keinginannya untuk meninggalkan MMA dan menekuni tinju profesional setelah menyelesaikan kontraknya di UFC.
“Saya pasti akan bertinju. Saat saya masuk kickboxing, banyak yang meragukan. Saat saya pindah ke MMA, mereka juga tidak percaya. Sekarang ke tinju? Saya sudah terbiasa dengan keraguan itu” ujarnya, dikutip, Minggu (19/10/2025).
Langkah Pereira ini bukan sekadar coba-coba. Sebelum menjadi bintang UFC, ia telah mengukir nama besar di dunia kickboxing, dengan gelar juara dunia GLORY di dua kelas berbeda. Setelah sukses merebut sabuk juara di UFC, kini ia berpeluang mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai petarung pertama yang menjuarai tiga cabang olahraga tarung berbeda, yaitu kickboxing, MMA, dan tinju.
Jika ambisi itu tercapai, Pereira akan menempatkan dirinya sejajar, bahkan melampaui ikon legendaris seperti Conor McGregor dan Anderson Silva, yang sama-sama pernah mencoba peruntungan di dunia tinju.
Namun Pereira menegaskan, motivasinya bukan soal uang atau ketenaran.
“Saya tidak mengejar popularitas atau uang. Saya hanya ingin bertarung. Saya menyukai tantangan dan ingin menjadi yang terbaik,” ucapnya.
Langkah menuju tinju tentu bukan hal mudah. Banyak petarung MMA gagal beradaptasi dengan ritme dan teknik khas ring tinju, di mana pertahanan, jarak, dan presisi pukulan menjadi kunci. Namun, Pereira memiliki bekal kuat pukulan keras, kecepatan tangan luar biasa, serta pengalaman panjang dalam striking.
Baca Juga:
UFC 320 Magomed Ankalaev Vs Alex Pereira, Israel Adesanya: Alex Lebih Siap untuk Pertarungan Ini
Sejumlah analis tinju bahkan menilai bahwa Pereira memiliki gaya bertarung yang bisa diterjemahkan dengan baik ke ring tinju. Postur tinggi besar, reach panjang, dan kemampuan membaca momentum membuatnya berpotensi menjadi ancaman serius bagi banyak petinju papan atas.
Dengan tekad baja dan mental juara, Pereira bukan sekadar ingin “mencoba” tinju, ia ingin mendominasi.
“Saya tahu ini tantangan besar. Tapi di setiap tahap karier saya, saya selalu memulai dari bawah dan berakhir di puncak. Mengapa sekarang harus berbeda?” katanya.
Meski sudah mengutarakan niatnya untuk beralih ke tinju, Pereira belum mengumumkan kapan ia akan meninggalkan UFC. Ia disebut masih berencana melakukan satu pertarungan pertahanan gelar lagi sebelum resmi membuka bab baru dalam kariernya.
Bagi dunia bela diri, langkah Alex Pereira ini adalah awal dari era baru, era di mana batas antar-disiplin mulai memudar, dan seorang petarung sejati tak hanya diukur dari sabuk yang dimilikinya, tetapi dari keberaniannya untuk terus melangkah ke medan baru.
(Budis)











