BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Alex Rins tidak menutupi fakta bahwa masa baktinya bersama Yamaha di MotoGP menjadi salah satu periode paling menantang dalam kariernya. Bukan semata soal hasil di lintasan, melainkan ujian mental yang terus ia hadapi selama dua musim terakhir. Meski demikian, Rins menegaskan bahwa dukungan kru Yamaha yang profesional menjadi faktor penting yang membuatnya tetap bertahan.
Bergabung dengan tim pabrikan Yamaha pada 2024, Rins datang dengan harapan besar. Ia baru saja melewati musim sulit bersama LCR Honda akibat cedera kaki serius di GP Italia, namun rekam jejaknya bersama Suzuki dengan mesin empat silinder segaris, membuat banyak pihak yakin ia akan cepat menyatu dengan YZR-M1.
Kenyataannya, proses adaptasi berjalan lebih berat dari perkiraan. Rins belum mampu mengulang performa gemilang seperti saat bersama Suzuki GSX-RR maupun momen kompetitifnya di Honda. Selama dua musim, hasil terbaiknya bersama Yamaha hanya finis ketujuh di Grand Prix Indonesia 2025, meski sempat memberi harapan saat bersaing menuju podium di Mandalika usai start dari posisi keempat.
Baca Juga:
Alex Rins: Pengurangan Kapasitas Mesin Bukan Solusi Instan untuk Keselamatan MotoGP
Musim 2025 pun ditutup dengan catatan yang kontras di dalam garasi Yamaha. Rins finis di peringkat ke-19 klasemen akhir dengan 68 poin, tertinggal jauh dari Fabio Quartararo yang mengoleksi 201 poin dan beberapa podium. Namun bagi Rins, perbedaan tersebut bukan sumber tekanan internal.
“Secara mental memang tidak mudah, tapi ketika Anda dikelilingi oleh orang-orang yang tepat dan profesional, semuanya terasa lebih ringan,” ujar Rins, dikutip dari MotoGP, Senin (29/12/2025).
Ia menekankan kepercayaannya terhadap tim, terutama dalam menjaga fokus saat situasi tidak ideal.
Keyakinan itu pula yang membuat Rins tetap optimistis menatap musim berikutnya. Dengan Yamaha mempertahankan struktur kru yang sama lewat perpanjangan kontrak, ia berharap stabilitas tersebut bisa menjadi fondasi untuk bangkit.
Bagi Rins, perjalanan bersama Yamaha belum selesai dan tantangan mental yang ia lewati justru menjadi bekal penting untuk melangkah ke depan.
(Budis)











