BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink cukup bangga dengan kemenangan timnya atas Liga Indonesia All Star dalam laga perebutan peringkat ketiga Piala Presiden 2025. Jan Olde Riekerink menilai kemenangan ini menjadi tanda solidnya organisasi permainan Dewa United.
Dalam keikutsertaannya di turnamen Piala Presiden edisi kali ini, Jan Olde Riekerink berhasil mencari kekurangan yang harus diperbaiki. Terutama saat takluk atas Port FC, ia merasa tim Dewa United perlu mengubah skema permainan menjadi lebih sederhana di kompetisi resmi, nanti.
“Saya rasa ketika melawan Port kami kebobolan pada menit akhir dan kami membuat tujuan yang sederhana hari ini. Di laga ketiga dalam enam hari, kami hanya ingin fokus memenangkan pertandingan dan berada di peringkat ketiga,” ujar pelatih berusia 62 tahun itu.
Baca Juga:
Tundukkan Indonesia All Star, Dewa United Amankan Posisi Ketiga Piala Presiden 2025
Ia juga menambahkan, kemenangan ini menjadi syarat para pemainnya mampu memahami organisasi dan karakter bermain tim. Termasuk para pemain baru yang mampu beradaptasi secara cepat dalam menjalankan roda permainan timnya.
“Yang saya suka adalah pemain sudah paham dengan konsep dan identitas yang sudah mulai kami buat sejak musim lalu. Pemain baru juga bisa beradaptasi dengan mudah dengan cara bermain seperti ini,” terangnya.
Lewat tiga pertandingan yang kental dengan duel fisik, pelatih asal Belanda itu juga melihat ketahanan pemainnya memang jauh lebih siap. Ia pun kini akan mulai mengasah pemainnya dari sisi bertahan, karena itu menjadi elemen yang belum berjalan optimal.
“Saya rasa setelah enam hari dengan banyak laga yang fisikal dan menguji daya tahan pemain, secara mental ini mengasah mereka, bagaimana mereka ketika melakukan pressing. Jadi kami belum ada di sana (level terbaik),” ujar eks pelatih Galatasaray itu.
Pertandingan ini juga membantu Dewa United dalam melakukan langkah besar, seperti halnya permainan dari dua babak. Ia menilai permainan yang disuguhkan timnya benar-benar lebih apik dan sangat terorganisir.
“Yang menjadi masalah bagi kami adalah di 20 meter terakhir, karena ada banyak umpan silang yang bisa dihalau pemain lawan. Kami menyerang lebih baik di babak kedua karena menggunakan bola bawah.” tutupnya. (RF/_Usk)











