BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus menggenjot upaya perbaikan infrastruktur pendidikan. Tahun 2025, sebanyak 500 ruang kelas sekolah dasar (SD) yang mengalami rusak berat akan dibangun kembali agar layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Disdikpora Cianjur, Baihaki, menjelaskan jumlah ruang kelas rusak sebenarnya jauh lebih banyak. Kerusakan itu tersebar di 32 kecamatan, mulai dari wilayah utara hingga selatan Cianjur.
“Tercatat dari 1.649 ruang kelas yang dilaporkan rusak, namun secara bertahap dilakukan perbaikan dan pembangunan, sehingga yang tersisa sekitar 500 ruang kelas yang kondisinya rusak berat dan belum mendapat bantuan,” kata Baihaki, mengutip Antara, Rabu (1/10/2025).
Kerusakan ratusan ruang kelas itu umumnya disebabkan kondisi bangunan yang lapuk dimakan usia serta dampak bencana alam, khususnya gempa bumi yang mengguncang Cianjur pada 2022. Akibatnya, jumlah ruang kelas yang rusak terus bertambah sehingga berbagai langkah perbaikan dilakukan, termasuk melalui kerja sama dengan pemerintah pusat.
Namun, keterbatasan anggaran dari APBD Cianjur membuat perbaikan harus dijalankan dengan skala prioritas. Menurutnya, setiap tahun pemerintah daerah hanya mampu mengalokasikan dana sekitar Rp5 miliar hingga Rp10 miliar untuk membangun kembali maupun memperbaiki ruang kelas yang terdampak.
“Dana tersebut hanya cukup untuk membangun sekitar 60 sampai 70 ruang kelas per tahun, sehingga skala prioritas diberlakukan, sehingga dari ribuan ruang kelas yang rusak saat ini hanya tinggal ratusan yang belum mendapat bantuan,” katanya.
Selama ini, Disdikpora Cianjur juga memanfaatkan anggaran dari Dana Alokasi Umum (DAU), bantuan provinsi, serta Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat, termasuk melalui kementerian terkait. Namun, dana tersebut baru mampu digunakan untuk membangun sekitar 30 ruang kelas.
Pada tahun ini, pihaknya menargetkan pembangunan sekitar 70 ruang kelas yang mengalami kerusakan berat, tersebar di sejumlah kecamatan, terutama di wilayah selatan Cianjur.
Baca Juga:
Ruang Kelas Rusak Dua Tahun, Puluhan Siswa SDN Cipaku Sukabumi Terpaksa Belajar di Musala
SDTQ di Cianjur Terpaksa Sewa Rumah Petakan untuk Ruang Kelas
Dengan demikian, jumlah ruang kelas rusak diharapkan terus berkurang dan pada 2026 bisa ditangani lebih banyak lagi seiring tambahan bantuan anggaran.
“Ketika ada anggaran lebih tentunya kita upayakan perbaikan dan pembangunan ruang kelas lebih banyak, sehingga dalam beberapa tahun ke depan tidak ada lagi ruang kelas yang rusak di Kabupaten Cianjur,” katanya.
(Virdiya/_Usk)











