Apa Itu Thermal Runaway pada Mobil Listrik? Penyebab, Dampak dan Cara Mencegahnya

Thermal Runaway
Ilustrasi. (Freepik)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Seiring meningkatnya populasi kendaraan listrik di Indonesia, pemahaman terhadap aspek keselamatan menjadi semakin krusial. Salah satu isu yang kerap menjadi perhatian adalah thermal runaway.

Thermal runaway merupakan kondisi ekstrem pada baterai mobil listrik yang berpotensi memicu kebakaran hingga ledakan, dan menjadi risiko terbesar pada baterai lithium-ion yang digunakan kendaraan listrik.

Kondisi ini terjadi ketika suhu baterai meningkat secara tidak terkendali, memicu reaksi kimia berantai di dalam sel baterai. Jika tidak segera ditangani, baterai dapat mengeluarkan asap, terbakar bahkan meledak.

Fenomena ini umumnya berkaitan dengan pengisian daya yang tidak tepat, korsleting, atau kerusakan fisik pada baterai.

Berbeda dengan kendaraan konvensional, kebakaran pada mobil listrik memiliki karakteristik tersendiri karena bersumber dari reaksi kimia internal baterai.

Kebocoran Baterai Jadi Pemicu Awal

Ketua Umum Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (KOLEKSI), Arwani Hidayat, menjelaskan bahwa thermal runaway pada umumnya berawal dari kebocoran pada baterai. Hal ini tidak terlepas dari besarnya energi yang tersimpan dalam baterai kendaraan listrik.

“Mostly kalau thermal runaway itu terutama ada kebocoran di baterai. Baterai itu kan menyimpan energi yang ribuan watt,” ujar Arwani beberapa waktu lalu di Jakarta.

Menurutnya, energi besar yang tersimpan di dalam baterai akan menjadi sangat berbahaya jika terjadi gangguan pada struktur atau sistem pengamannya.

Api yang muncul akibat thermal runaway pun cenderung lebih sulit dipadamkan karena berasal dari reaksi kimia yang terus berlangsung di dalam sel baterai.

Faktor-Faktor Penyebab Thermal Runaway

Arwani mengungkapkan, terdapat sejumlah faktor utama yang dapat memicu thermal runaway pada kendaraan listrik. Salah satunya adalah kecelakaan lalu lintas. Benturan keras atau tusukan benda tajam berpotensi merusak struktur baterai meskipun baterai mobil listrik telah dirancang dengan perlindungan berlapis, mulai dari casing baja hingga pelindung tambahan setebal 1,5–2 sentimeter.

“Penyebab thermal runaway bisa karena kecelakaan, kena benturan benda tajam sampai ke baterainya. Makanya baterai mobil listrik itu berlapis-lapis,” jelasnya.

Selain kecelakaan, paparan air asin juga menjadi ancaman serius. Kondisi seperti banjir rob atau kendaraan yang terendam air laut dapat menyebabkan korosi pada sistem baterai.

Korosi tersebut berisiko memicu hubungan arus pendek yang kemudian berujung pada thermal runaway.

Faktor lainnya adalah kebakaran dari luar kendaraan. Api yang menjalar dan memanaskan baterai hingga melewati batas suhu aman juga dapat memicu reaksi berantai di dalam baterai.

“Terakhir itu karena kebakaran yang menjalar ke baterai,” kata Arwani.

Dampak Serius bagi Keselamatan dan Kendaraan

Thermal runaway bukan sekadar gangguan teknis, melainkan ancaman serius terhadap keselamatan. Jika terjadi, kondisi ini dapat memicu kebakaran dengan suhu sangat tinggi dan berpotensi menimbulkan ledakan.

Api dari baterai juga dikenal sulit dipadamkan karena terus dipicu oleh reaksi kimia internal.

Dampaknya tidak hanya mengancam pengemudi dan penumpang, tetapi juga lingkungan sekitar. Jika insiden terjadi di area padat seperti parkiran atau permukiman, kebakaran dapat menjalar ke kendaraan lain atau bangunan di sekitarnya.

Selain itu, thermal runaway hampir selalu berujung pada kerusakan permanen baterai. Mengingat baterai merupakan komponen termahal pada mobil listrik, kejadian ini sering kali menyebabkan kerugian finansial besar dan membuat kendaraan dinyatakan rusak total.

Baca Juga:

BPKB Elektronik Wajib di 2027, Pemilik Kendaraan Perlu Tahu Hal Ini

Valentino Rossi Akhirnya Tiba di Mandalika, Ini Agenda Lengkap VR46!

Cara Mencegah Thermal Runaway pada Mobil Listrik

Meski berisiko tinggi, thermal runaway dapat diminimalkan dengan penggunaan dan perawatan yang tepat. Arwani menyarankan agar pengisian daya baterai dilakukan secara bijak.

“Usahakan kalau nge-charge, dari 20 persen hingga 80 persen sudah cukup. Kalau di Jakarta dipakai muter-muter juga enggak akan habis,” ujarnya.

Penggunaan charger resmi atau yang telah memenuhi standar keselamatan juga menjadi faktor penting. Perangkat pengisian ilegal atau modifikasi sistem kelistrikan berisiko mengganggu kerja Battery Management System (BMS), yang berfungsi mengontrol suhu dan keamanan baterai.

Selain itu, pemilik kendaraan listrik disarankan rutin melakukan perawatan sesuai rekomendasi pabrikan, termasuk pembaruan perangkat lunak.

Sistem manajemen baterai yang selalu terbarui berperan penting dalam mendeteksi potensi gangguan sejak dini dan mencegah kondisi berbahaya berkembang menjadi thermal runaway.

Dengan pemahaman yang tepat dan penggunaan yang disiplin, risiko thermal runaway pada mobil listrik dapat ditekan, seiring upaya mendorong ekosistem kendaraan listrik yang aman dan berkelanjutan di Indonesia.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
library_upload_21_2022_09_kroasia_68dcdef
Prediksi Skor Kroasia vs Belgia, Duel Dua Raksasa Eropa di Stadion Rujevica
duel-senegal-kolombia5_ratio-16x9
Prediksi Skor Kolombia vs Kosta Rika, Los Cafeteros Bidik Kebangkitan di El Campin
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan Ekspresi Seni Masyarakat
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan: Ekspresi Seni Masyarakat
WhatsApp Image 2026-05-31 at 18.57
Pemkot Bandung Edukasi Warga Pentingnya Cegah Kebakaran Sejak Dini
andrea-kimi-antonelli-test-mercedes-amg-f1-sl-2024-1067608
Kimi Antonelli Unggul 43 Poin, Juan Pablo Montoya Ingatkan Bahaya Terlalu Cepat Berpuas Diri
Berita Lainnya

1

Gairah Baru Yamaha Aerox 155, Aplikasi Warna yang Elegan

2

Dirut Sritex Iwan Lukminto Ditangkap di Solo

3

Cara Blokir Email di Gmail untuk Hindari Notifikasi Spam

4

Film Hamka dan Siti Raham Vol.2 Sudah Tayang di Netflix, Ini Daftar Pemainnya!

5

iPhone 16 dan iPhone 16 Plus Resmi Rilis Hari Ini
Headline
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
23DECEMBER25_HIC_Xmas_wishlist_in_the_buildup_to_Egypt_vs_South_Africa_16-9
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Nicaragua, Tim Bafana Incar Kemenangan Meyakinkan di Johannesburg