BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Tongue tie atau ankyloglossia adalah kondisi bawaan lahir yang membatasi rentang gerak lidah.
Kondisi ini terjadi akibat frenulum linguae, selaput tipis yang menghubungkan bagian bawah lidah ke dasar mulut, terlalu pendek atau ketat.
Frenulum yang abnormal ini menghambat pergerakan normal lidah, yang dapat memengaruhi kemampuan menyusu, makan, berbicara, dan menelan. Kondisi ini umumnya terdeteksi pada bayi baru lahir.
Namun, pada beberapa kasus, tongue tie mungkin baru terdiagnosis saat anak sudah lebih besar dan mengalami kesulitan dalam berbicara atau makan.
Perbedaan Lidah Normal dan Tongue Tie
Perbedaan utama lidah normal dan tongue tie terletak pada rentang gerak lidah dan penampakan frenulum. Berikut adalah perbedaan yang lebih rinci:
- Gerakan lidah: Lidah normal dapat bergerak bebas ke berbagai arah, termasuk menjulur melewati bibir atas, menyentuh langit-langit mulut, dan bergerak dari sisi ke sisi. Pada tongue tie, gerakan lidah terbatas, sehingga sulit atau bahkan tidak mungkin untuk melakukan gerakan-gerakan tersebut.
- Bentuk lidah: Saat menjulur, lidah normal akan terlihat bulat atau sedikit runcing. Pada tongue tie, ujung lidah mungkin tampak berbentuk hati atau terbelah dua (bifid) akibat tarikan frenulum yang pendek.
- Penampilan frenulum: Pada lidah normal, frenulum terlihat tipis dan elastis, memungkinkan lidah bergerak bebas. Pada tongue tie, frenulum tampak lebih tebal, pendek, dan kencang. Dalam beberapa kasus, frenulum bahkan bisa mencapai ujung lidah.
- Kemampuan menyusu pada bayi: Bayi dengan lidah normal dapat melekat dengan baik pada payudara ibu dan menyusu dengan efektif. Bayi dengan tongue tie mungkin mengalami kesulitan dalam menyusui, seringkali tidak dapat melekat dengan benar, mudah terlepas dari payudara, atau menyebabkan nyeri pada puting ibu.
- Pengucapan kata: Anak-anak dengan lidah normal dapat mengucapkan berbagai bunyi bahasa dengan jelas. Pada anak dengan tongue tie, terutama jika tidak ditangani, dapat mengalami kesulitan dalam mengucapkan beberapa huruf atau bunyi tertentu, seperti “L”, “R”, “T”, “D”, “S”, “Z”, dan “TH”.
Baca Juga:
Ngomong Jadi Lebih Pede, 10 Tips Hilangkan Bau Mulut
Ternyata Ini Penyebab Mulut Anak Terbuka Saat Tidur, Jangan Sepelekan!
Gejala Tongue Tie pada Bayi
Gejala tongue tie dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan kondisi. Pada bayi, beberapa gejala terkait dengan proses menyusui, seperti:
- Kesulitan menyusu.
- Mulut bayi tidak dapat melekat dengan baik pada payudara.
- Sering terlepas dari payudara saat menyusu.
- Proses menyusu berlangsung lama.
- Bayi rewel saat menyusu.
- Berat badan bayi tidak naik sesuai harapan.
- Ibu merasakan nyeri pada puting saat menyusui.
- Bunyi “klik” saat bayi menyusu.
Jadi itu merupakan perbedaan lidah normal dan Tongue Tie, semoga artikel ini bermanfaat untukmu!
(Anisa Kholifatul Jannah)











