BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Tes MotoGP Valencia 2025 menyajikan salah satu kejutan teknis terbesar musim ini, dan semuanya datang dari garasi Aprilia. Bukan hanya karena mereka menurunkan aero radikal yang bahkan terinspirasi Formula 1, tetapi karena proyek RS-GP 2026 ternyata membawa target ambisius, yakni menciptakan motor paling serbaguna di seluruh grid.
Aprilia kembali muncul sebagai pabrikan paling agresif dalam inovasi ketika fairing berdesain ekstrem mereka muncul di lintasan. Dua pembalap utama, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, menggunakan livery kamuflase untuk menutupi detail teknis, namun perubahan besar tetap tidak bisa disembunyikan. Bahkan Bezzecchi sempat mencoba sayap depan besar bergaya F, konsep yang sama sekali belum pernah terlihat di MotoGP modern.
Di tengah sorotan itu, Technical Director Aprilia, Fabiano Sterlacchini, menjelaskan visi besar di balik desain liar tersebut.
“Salah satu tujuan utama aero adalah membuat motor bisa bekerja ke segala arah,” kata Sterlacchini, melansir motoGP, Kamis (20/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa Aprilia ingin keluar dari pola lama mereka, tidak hanya cepat di satu sektor, tetapi kalah di sektor lain. Target 2026 jauh lebih besar, menghilangkan titik lemah total.
Dengan kata lain, RS-GP 2026 dirancang menjadi motor yang stabil, gesit, dan cepat sekaligus bukan motor spesialis seperti generasi sebelumnya.
Hasil hari pertama di Valencia memberi harapan. Raul Fernandez memuncaki tes dengan RS-GP versi 2025, sementara Bezzecchi membuntuti hanya 0,027 detik lebih lambat, setelah menguji dua motor berbeda secara back-to-back.
Baca Juga:
Aprilia Fokus Jinakkan RS-GP untuk MotoGP 2025
Namun Bezzecchi menahan diri untuk menyimpulkan apa pun. Kondisi cuaca basah membuat waktu pengujian motor 2026 sangat minim.
“Tentu ini motor yang berbeda, tapi waktunya terlalu sedikit untuk memahami sepenuhnya. Ada hal positif, ada juga hal yang membuat ragu. Sama saja seperti pengujian biasa,” kata Bezzecchi.
Dengan hanya 40–50 lap menggunakan prototipe baru, Bezzecchi menegaskan bahwa butuh lebih banyak waktu untuk benar-benar mengetahui karakter RS-GP 2026.
“Saya mengenal motor musim ini dengan sangat baik. Setelah ribuan kilometer, Anda tahu reaksi setiap bagian. Motor baru butuh ratusan lap lagi sebelum bisa dinilai,” ujarnya.
Hanya Bezzecchi dan Martin yang mencoba paket aero radikal tersebut. Duo Trackhouse, Raul Fernandez dan Ai Ogura, tidak mendapat bagian dan tetap menggunakan motor standar 2025.
Keputusan itu menunjukkan bahwa Aprilia masih sangat selektif dan ingin menganalisis data dari dua pembalap utama terlebih dahulu sebelum menyebarkan informasi teknis kepada tim satelit.
Seluruh data dari Valencia akan dianalisis di Noale selama beberapa minggu ke depan. Aprilia akan menentukan apakah aero ekstrem ini akan menjadi fondasi motor 2026 atau perlu revisi besar sebelum tes Sepang awal tahun depan.
(Budis)











