BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Penyanyi legendaris Ari Lasso menunjukkan sisi ayah yang hangat dan penuh dedikasi ketika mempersiapkan pidato kelulusan putrinya, Audra Anandira Lasso atau akrab disapa Odra.
Dalam momen bersejarah itu, Ari menjadi perwakilan orang tua untuk memberikan sambutan bagi para wisudawan dan wisudawati SAE Jakarta.
“Nulis sambutan untuk wisuda Audra, tak tulis kata demi kata,” ujar Ari Lasso di kanal YouTube miliknya, dikutip Kamis (6/11/2025).
Ia mengaku menulis pidato tersebut secara manual tanpa bantuan teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT.
“Aneh ya? Paling enggak kepakai nanti di sana,” lanjutnya sambil tersenyum.
Menolak Bantuan ChatGPT
Menariknya, Ari mengaku menulis berulang kali hingga menghabiskan banyak kertas demi menyusun kata sambutan terbaik untuk sang putri.
“Habis berapa kertas gue ganti,” katanya kepada seseorang di balik panggung.
Saat orang tersebut menyinggung soal ChatGPT, Ari dengan tegas menjawab singkat, “Chat GPT,” sembari menolak menggunakan bantuan AI chatbox tersebut.
Bagi Ari, momen ini bukan sekadar memberi sambutan, melainkan bentuk kasih sayang seorang ayah yang ingin menghadirkan sentuhan personal dalam setiap kata yang diucapkan.
Baca Juga:
Dearly Joshua Klarifikasi soal Video Ari Lasso
Ari Lasso Putuskan Stop Bahas Polemik Royalti Musik: Saya Akan Berhenti
Lebih Gugup dari Konser
Lucunya, Ari mengaku lebih gugup saat harus berdiri di panggung wisuda dibandingkan ketika tampil di depan ribuan penonton konsernya.
“Kehadirannya di atas panggung kali ini lebih mendebarkan dibanding berdiri di atas penonton konser,” ungkapnya.
Meski demikian, ia berhasil menenangkan diri dan bahkan memberikan penampilan istimewa.
Selain menyampaikan pidato, Ari juga menyumbangkan suaranya dengan membawakan salah satu lagu hits lamanya, “Mengejar Matahari”, yang juga merupakan soundtrack film terkenal.
Rasa haru kian terasa ketika Ari mengungkapkan kebanggaannya terhadap Audra yang berhasil meraih predikat lulusan terbaik dengan IPK tertinggi.
“Dia IPK tertinggi, wisudawan terbaik, ya bangga rek,” tutur Ari penuh rasa syukur.
“Enggak usah anak, koen menjadi juara lulusan terbaik, bangga kan,” katanya dengan logat khas Surabaya.
(Hafidah Rismayanti/_Usk)











