JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Mobilitas masyarakat yang kembali ke Jakarta dan sejumlah kota besar terus mengalami peningkatan seiring berakhirnya libur Idulfitri 2026. Lonjakan arus balik terlihat di berbagai moda transportasi, mulai dari jalan tol, jalur arteri, kereta api, hingga penerbangan.
Di sektor darat, volume kendaraan menuju wilayah Jabotabek terus bertambah. Data dari PT Jasamarga Transjawa Tol mencatat sebanyak 85.453 kendaraan telah melintas keluar dari Gerbang Tol Cikampek Utama menuju Jakarta hingga Selasa (24/3) malam. Lonjakan arus mulai terasa pada malam hari, terutama kendaraan dari arah Jawa Tengah.
“Karena memang melihat saat ini sudah naik untuk volume lalu lintasnya, sekitar pukul 20.00 sampai 21.00 WIB sudah mencapai sekitar 70 ribu kendaraan,” ujar Vice President Corporate Secretary and Legal PT JTT, Ria Marlinda Paalo.
Untuk mengantisipasi kepadatan, pengelola tol menerapkan berbagai langkah seperti penambahan gardu transaksi serta rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) nasional dan contraflow di titik-titik strategis.
Secara keseluruhan, PT Jasa Marga mencatat sekitar 1,7 juta kendaraan telah kembali ke Jabotabek sejak H-10 hingga H+2 Lebaran. Jumlah ini diperkirakan masih akan terus bertambah, dengan puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret 2026.
“Arus lalu lintas kendaraan diperkirakan terus meningkat, terutama pada periode puncak arus balik tanggal 24, 28, dan 29 Maret 2026,” kata Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono.
Kepadatan juga terlihat di jalur arteri, khususnya di kawasan Pantura Cirebon. Dinas Perhubungan setempat mencatat lebih dari 114 ribu kendaraan melintas menuju Jakarta, dengan sepeda motor mendominasi arus lalu lintas.
“Total ada 114.431 kendaraan yang melintas menuju arah Jakarta sampai Selasa pukul 14.30 WIB,” ujar Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Cirebon, Indra Setiaman.
Baca Juga:
Arus Balik Lebaran di Terminal Leuwipanjang Alami Kenaikan
Di sektor penyeberangan laut, aktivitas arus balik meningkat signifikan di Pelabuhan Bakauheni. Berdasarkan data PT ASDP Indonesia Ferry, sebanyak 91.657 penumpang menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H+2 Lebaran, meningkat 58,6 persen dibandingkan tahun lalu.
“Jumlah tersebut naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba.
Sementara itu, moda transportasi kereta api juga mengalami peningkatan. PT Kereta Api Indonesia mencatat lebih dari 52 ribu penumpang tiba di wilayah Daop 1 Jakarta pada H+3 Lebaran.
“Kami melihat tren arus balik sudah mulai terjadi dengan jumlah kedatangan yang lebih tinggi dibanding keberangkatan,” kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo.
Di sektor udara, Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencatat hampir dua juta penumpang selama periode angkutan Lebaran hingga H+3, dengan lebih dari 13 ribu pergerakan penerbangan.
“Hari ini kami merencanakan melayani sekitar 190 ribu penumpang, namun puncaknya tetap diprediksi pada akhir Maret,” ujar General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi.
Di tengah tingginya mobilitas, operator transportasi terus mengingatkan masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan matang, menjaga kondisi fisik, serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan.
Arus balik Lebaran 2026 diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa gelombang hingga awal April, seiring kembalinya aktivitas kerja dan pendidikan.











