BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Indonesia tengah mempertimbangkan untuk memasukkan bahasa Portugis sebagai salah satu mata pelajaran bahasa asing dalam kurikulum sekolah.
Langkah ini diumumkan usai pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Brasil pada Kamis (23/10/2025), sebagai upaya memperkuat hubungan kerja sama Indonesia–Brasil di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Bahasa Portugis dan negaranya sebenarnya bukan hal asing bagi masyarakat Indonesia. Pada masa lalu, bangsa Portugis sempat datang dan menetap di beberapa wilayah Nusantara.
Meski kehadirannya tidak berlangsung lama, pengaruh budaya dan bahasanya meninggalkan jejak yang masih terasa hingga kini.
Sejarah Bahasa Portugis
Melihat sisi sejarah, bahasa Portugis berasal dari bahasa Latin Vulgar yang digunakan di Semenanjung Iberia (kini Portugal dan Spanyol) oleh bangsa Romawi sejak 218 SM.
Bahasa ini menyebar luas pada abad ke-15 hingga ke-16, ketika Portugal membangun kerajaan kolonial dan jaringan perdagangan global yang membentang dari Brasil di Amerika Selatan hingga Makau di Asia Timur.
Kini, bahasa Portugis menjadi bahasa resmi di sembilan negara, yaitu Portugal, Brasil, Angola, Mozambik, Tanjung Verde, Guinea Khatulistiwa, Guinea-Bissau, Sao Tome dan Principe, dan Timor Leste.
Dengan lebih dari 280 juta penutur asli, Portugis termasuk salah satu bahasa paling banyak digunakan di dunia—menempati urutan kelima atau keenam secara global.
Menariknya, bahasa Portugis memiliki dua varian besar yang diakui secara internasional, yakni Portugis Eropa (digunakan di Portugal dan sebagian Afrika) dan Portugis Brasil (digunakan di Brasil).
Keduanya memiliki hubungan erat namun berbeda dalam pelafalan, kosakata, dan struktur penulisan—seperti perbedaan antara bahasa Inggris Britania dan Amerika.
Jejak Portugis di Nusantara
Kehadiran bangsa Portugis di Nusantara bermula setelah penaklukan Malaka pada 1511. Mereka berlayar ke Maluku dan wilayah timur Indonesia untuk berdagang rempah-rempah.
Pada masa itu, bahasa Portugis berfungsi sebagai lingua franca atau bahasa penghubung perdagangan di pesisir.
Jejaknya masih terlihat hingga kini melalui sejumlah kosakata serapan dalam bahasa Indonesia, seperti meja (mesa), jendela (janela), sepatu (sapato), pesta (festa), sekolah (escola), dan kereta (carreta). Menurut laporan BiblioAsia (2023), terdapat lebih dari 300 kata serapan Portugis yang masih aktif digunakan di Indonesia dan Asia Tenggara.
BACA JUGA
DPR Pertanyakan Manfaat Bahasa Portugis Masuk Mata Pelajaran Sekolah
Di Depan Presiden Brazil, Prabowo Sebut Bahasa Portugis akan Diajarkan di Sekolah Indonesia
Menghidupkan Jejak Bahasa dan Sejarah
Rencana pengajaran bahasa Portugis di sekolah dinilai memiliki bermanfaat secara strategis. Selain memperkuat hubungan diplomatik dengan Brasil dan negara-negara berbahasa Portugis, kebijakan ini juga menjadi sarana untuk memahami sejarah linguistik Indonesia yang terbentuk dari pertemuan berbagai budaya dunia.
Bahasa Portugis bukanlah bahasa asing sepenuhnya bagi Indonesia. Dari kata meja hingga sekolah, pengaruhnya telah mengakar dalam kehidupan sehari-hari.
Jika kebijakan ini terealisasi, pembelajaran bahasa Portugis bukan hanya membuka peluang baru dalam komunikasi global, tetapi juga menghidupkan kembali bagian penting dari sejarah linguistik bangsa.
(Vischa Leonita/Magang UNLA/Aak)











