BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Dari sekian banyak minuman tradisional Nusantara, dua nama ini hampir tak pernah absen di meja warga Jawa Barat: Bajigur dan Bandrek.
Keduanya sama-sama dikenal sebagai minuman khas Sunda yang menghadirkan kehangatan dan cita rasa rempah, terutama saat cuaca dingin atau hujan turun.
Meski sering dianggap mirip, Bajigur dan Bandrek punya karakter rasa yang berbeda. Bandrek menawarkan sensasi pedas hangat dari jahe, sementara Bajigur memberikan rasa manis gurih berkat campuran santan dan gula jawa.
Minuman Bandrek
Bandrek adalah minuman khas Sunda yang bahan utamanya terdiri dari jahe dan gula merah. Aroma rempah seperti kayu manis, cengkeh, dan serai memberikan sensasi hangat sekaligus segar.
Minuman ini biasa disajikan panas, cocok untuk diminum di malam hari atau ketika udara sedang dingin.
Di banyak daerah di Jawa Barat, Bandrek juga sering dikreasikan dengan tambahan susu atau telur agar rasanya lebih kuat dan berenergi.
Baca Juga:
Polres Garut Punya Strategi Khusus Antisipasi Macet di 5 Titik Rawan Mudik
5 Trek Downhill Terbaik di Bandung, Bersepeda Jadi Lebih Menantang!
Bajigur
Berbeda dengan Bandrek, Bajigur hadir dengan rasa yang lebih lembut. Campuran santan, jahe, dan gula jawa menciptakan sensasi hangat yang berpadu dengan rasa manis dan gurih.
Di daerah seperti Garut dan Tasikmalaya, Bajigur kerap dijajakan keliling oleh pedagang yang membawa gerobak, lengkap dengan tungku kecil dan aroma harum khas santan.
Biasanya, minuman ini disajikan bersama camilan tradisional seperti ubi rebus, pisang, atau kolang-kaling.
(Hafidah Rismanati/_Usk)











