BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan Pemkot Bandung kini mengerahkan seluruh sumber daya untuk menuntaskan persoalan sampah yang selama ini membebani kota.
Tak hanya mengoptimalkan perangkat daerah, Farhan juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi akademisi dan pelaku usaha yang memiliki solusi inovatif dalam pemilahan, pengolahan, pemantauan, hingga pemusnahan sampah.
“Kami mengundang siapa pun, akademisi maupun pengusaha yang punya ide dan teknologi pengelolaan sampah untuk datang ke Bandung dan berdiskusi. Insya Allah, pengelolaan sampah akan dimulai secara menyeluruh, dari TPS sampai ke warga,” kata Farhan, Rabu (19/11/2025).
Farhan mengatakan pendekatan yang digunakan adalah dari hilir ke hulu, memastikan penanganan di TPS beres terlebih dahulu sebelum memperkuat proses di tingkat rumah tangga dan lingkungan.
Baca Juga:
Farhan Apresiasi Warga, Soroti Tantangan Besar Pengolahan Sampah Kota Bandung
Smart City Road Safety: Ada 200 Kamera CCTV Awasi Lalu Lintas Kota Bandung, Masih Berani Melanggar?
Farhan menjelaskan bahwa sejumlah TPS di Bandung kini direvitalisasi dengan menyesuaikan karakteristik sampah di masing-masing lokasi. TPS yang berada di pasar-pasar besar seperti Gede Bage, Pasar Anyar, dan Pasar Caringin akan dilengkapi fasilitas biodigester untuk mengolah sampah organik.
“Di Pasar Caringin, karena dikelola pihak swasta, mereka sudah bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengolah sampah organik,” ucapnya.
Sementara itu, TPS di wilayah seperti Tegalega, Babakansari, dan sejumlah titik lain telah menggunakan insinerator. Hingga akhir tahun, Pemkot Bandung menargetkan 15 insinerator berkapasitas 10 ton per unit beroperasi di seluruh kota.
Meski begitu, Farhan menegaskan setiap insinerator membutuhkan masa commissioning sekitar satu bulan sebelum mencapai kapasitas penuh.
Farhan tidak menampik bahwa akhir tahun membawa tantangan berat, terutama dengan mendekatnya musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang hanya tinggal hitungan minggu.
“Ini kerja keras, tapi saya yakin kemampuan DLH, kewilayahan, dan dukungan masyarakat membuat kita bisa melewati masa sulit ini. Kritik masyarakat itu bukan marah, tetapi bukti keinginan untuk bersama-sama membangun Bandung bebas sampah,” tegasnya.
Selain 15 titik yang beroperasi sampai akhir tahun, Pemkot Bandung menargetkan tambahan 5 titik pengolahan sampah baru pada tahun depan. Penambahan ini diharapkan dapat menjawab potensi-potensi permasalahan di lokasi-lokasi yang selama ini menjadi titik rawan sampah.
“Yang penting, masalahnya jelas, dan fokus kita tepat,” pungkasnya.
(Kyy/_Usk)











