JAKARTA, TEROPONGEMDIA.ID — Banjir bandang menerjang Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Senin (2/2/2026) malam. Bencana ini dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan hulu Sungai Badean di lereng Pegunungan Argopuro sejak sore hingga malam hari.
Luapan air sungai terjadi secara tiba-tiba dan membawa material lumpur, kayu, serta batu dari wilayah pegunungan.
Arus deras menghantam permukiman warga yang berada di bantaran sungai, menyebabkan kerusakan rumah dan kepanikan warga.
Detik-Detik Sungai Badean Meluap
Menurut keterangan warga, air sungai mulai naik dengan cepat sekitar pukul 20.00 WIB. Dalam waktu singkat, debit air meningkat dan meluap ke pemukiman.
Arus yang kuat membuat warga tidak sempat menyelamatkan banyak barang. Sejumlah rumah terdampak langsung oleh hantaman air dan material banjir.
Salah satu warga, Wahid (50), dilaporkan terseret arus banjir saat berusaha menyelamatkan barang-barang miliknya.
Satu Warga Dilaporkan Hilang
Kepala Desa Pakis, Zaini, menyampaikan bahwa hingga Selasa dini hari, satu warga masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan.
“Korban satu orang, sampai sekarang belum ditemukan,” ujar Zaini saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (3/2/2026) dini hari.
Korban diketahui merupakan staf pelayanan umum Kecamatan Panti, yang tinggal tidak jauh dari bantaran Sungai Badean.
Puluhan Kepala Keluarga Dievakuasi
Untuk mengantisipasi banjir susulan, aparat desa bersama petugas gabungan mengevakuasi warga ke lokasi yang lebih aman.
Sekitar 50 kepala keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka sementara waktu. Evakuasi dilakukan karena hujan masih berpotensi turun dan debit air sungai belum sepenuhnya stabil.
Warga yang dievakuasi ditempatkan di rumah kerabat dan titik aman yang telah disiapkan pemerintah desa.
Baca Juga:
Belum Pulih dari Banjir, Aceh Barat Kini Darurat Kebakaran Hutan
Siswa SMK Nekat Lompat ke Sungai Cisadane, Ditemukan Tewas di Ciseeng
Data Sementara
Kepala BPBD Jember, Edy Susilo, mengatakan hasil asesmen awal terkait dampak banjir bandang tersebut.
Berdasarkan pendataan sementara:
- 4 rumah warga dilaporkan rusak
- 1 orang hilang
- Puluhan warga terdampak langsung banjir
“Petugas masih melakukan asesmen lanjutan di lapangan,” kata Edy.
Petugas Gabungan Masih Siaga
Hingga Selasa pagi, petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih bersiaga di lokasi bencana. Selain melakukan pencarian korban hilang, tim juga melakukan pendataan dan pemantauan kondisi sungai.
Pencarian korban dilakukan dengan menyusuri aliran Sungai Badean dan area hilir yang berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus.
BPBD Jember mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai untuk tetap waspada, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
(Dist)











