BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Bencana banjir bandang dan longsor terjadi di Kabupaten Nduga dan Kabupaten Mamberamo Tengah, Provinsi Papua Pegunungan, terjadi pada Sabtu, (1/11/2025) sekitar pukul 17.00 WIT.
Bencana yang dipicu oleh hujan berintensitas tinggi itu menyebabkan puluhan orang meninggal dunia.
“Sejumlah warga yang melintas di sekitar Kali Papan terseret arus. Hingga saat ini tercatat 23 warga meninggal dunia,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis, Rabu (19/11/2025).
Abdul mengungkap kerusakan akibat bencana banjir bandang dan longsor itu meliputi fasilitas umum dan akses jalan. Selain itu, sejumlah rumah warga yang hancur atau hanyut terbawa banjir.
“Hingga hari ini, sebanyak 17 korban meninggal dunia telah berhasil ditemukan,” jelasnya.
Abdul menerangkan bahwa tim di lapangan masih melakukan pencarian korban hilang serta pembersihan material banjir dan longsor di permukiman warga.
Selain itu, tim gabungan juga termasuk membuka akses jalan yang sempat terputus.
Penanganan Korban Bencana
Abduk menerangkan bahwa pada Senin, 17 November 2025, Tim dari Direktorat Fasilitas Penanganan Korban dan Pengungsi (FPKP), Kedeputian Bidang Penanganan Darurat BNPB, hadir melakukan serangkaian kegiatan dukungan penanganan darurat.
Kegiatan yang pertama, tim meninjau Posko Darurat Ilekma di Kabupaten Nduga yang berlokasi di Kabupaten Jayawijaya. Di sana, dapur umum telah beroperasi, sementara pendataan pengungsi dan kerusakan masih berlangsung.
Tim juga menggelar rapat koordinasi bersama Sekda dan perangkat daerah terkait untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.
Adapun kebutuhan mendesak yang diperlukan meliputi bahan makanan, tenda pengungsi, pakaian, selimut, dan peralatan dapur.
Baca Juga:
BNPB telah mendistribusikan bantuan logistik untuk mendukung penanganan darurat di Kabupaten Nduga berupa 200 paket sembako, 200 selimut, 200 terpal, 20 unit tenda keluarga 4×4 meter, serta 4 unit chainsaw. BNPB juga melakukan sosialisasi perihal potensi curah hujan.
“Masyarakat juga diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri apabila tinggi muka air di sekitar sungai meningkat,” terang Abdul.
BNPB juga telah menyerahkan bantuan logistik kepada BPBD Kabupaten Nduga dan pemerintah daerah setempat.
Selanjutnya, BNPB turut menyalurkan bantuan bagi penanganan darurat di Kabupaten Mamberamo Tengah berupa 200 paket sembako (beras), 200 selimut, 200 matras, 50 terpal, 2 unit tenda pengungsi, dan 2 unit motor trail.
(Anisa Kholifatul Jannah)











