JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Wakil Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam menanggapi perdebatan publik mengenai kandungan etanol 3,5 persen sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM) yang kini hangat menjadi perbincangan.
Menurutnya, seharusnya tidak diambil pusing lantaran secara global, kadar etanol dalam bahan bakar di berbagai negara justru sudah melampaui nilai tersebut.
“Bayangin kami yang mobil buat MBG (Karoseri Hilux Rangga mesin bensin) saja sudah E20. Ini Zenix E85,” kata Bob melansir CNN, dikutip Minggu (12/10/2025)
“Makanya saya bingung E3 (base fuel bensin Pertamina dengan campuran etanol 3,5 persen) saja sudah ribut gitu,” tambahanya.
Bob menuturkan, campuran BBM dengan etanol justru memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Hal ini karena bahan bakar berbasis etanol tidak hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga memberdayakan sektor pertanian dalam negeri.
BACA JUGA;
Motor Honda Ini Kuat Dikasih Minum BBM Etanol 10 Persen, Ada yang Punya?
Bahlil Bakal Wajibkan Campuran Etanol dalam BBM Minimal 10 Persen
“Kalau bensin, itu kan tambang yang memproduksi. Yang kaya pemilik tambang. Kalau etanol yang kaya siapa? (Petani) tebu, terus jagung, terus kasava, sorgum, itu petani. Nah jadi kalau itu bisa berkembang dengan baik, itu bisa jadi pilar kedua pertumbuhan ekonomi kita setelah sawit. Jadi multiply effect,” jelas Bob.
Menurutnya, jika industri etanol dapat berkembang secara berkelanjutan, Indonesia bisa membangun rantai ekonomi baru yang melibatkan petani, industri bioenergi, dan manufaktur kendaraan, sehingga memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Bob menekankan bahwa perkembangan teknologi kendaraan harus sejalan dengan perubahan zaman, termasuk dalam hal adaptasi terhadap bahan bakar alternatif seperti etanol. Toyota sendiri, kata Bob, sudah lama mengembangkan teknologi kendaraan berbahan bakar etanol.
“Kami kasih referensi aja. Di luar negeri itu sekarang hampir semua negara ini sudah menerapkan E10, E20, bahkan Thailand itu sudah bergerak dari E10 ke E20. Di Amerika di beberapa negara bagian E10, E15, bahkan ada yang E85,” tutur Bob.
Ia menambahkan bahwa Brasil bahkan sudah jauh lebih maju dengan mengadopsi E100, yaitu bahan bakar yang sepenuhnya menggunakan etanol.
“Makanya saya juga bingung kok sekarang kita ribut etanol 3 persen,” ucapnya menambahkan.
(Saepul)











