JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Dunia maya kembali dihebohkan oleh beredarnya video testimoni dari dua artis Indonesia, Teuku Wisnu dan Arie Untung yang dianggap membela koruptor Muhammad Kerry Adrianto Riza.
Dalam video tersebut, keduanya memberikan testimoni positif mengenai sosok Muhammad Kerry Adrianto Riza, seorang pengusaha yang telah divonis 15 tahun penjara dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina periode 2018–2023.
Video yang beredar luas di media sosial itu memperlihatkan keduanya duduk berdampingan sambil menyampaikan pandangan pribadi mengenai Kerry Adrianto.
“Saya Arie Untung, saya Teuku Wisnu. Pendapat kami mengenai Kerry Adrianto, beliau adalah sosok teman yang baik,” ujar Arie membuka pernyataan, dikutip akun TikTok lenteraraktjat, Rabu (11/3/2026).
Teuku Wisnu kemudian menambahkan bahwa selama mengenal Kerry, ia menilai rekannya tersebut memiliki sikap yang baik.
“Selama kenal sama beliau juga ya, luar biasa adabnya, baiknya, perhatian, akhlaknya baik, adabnya baik,” kata Wisnu.
Mengaku Tidak Menilai Proses Hukum
Dalam video yang sama, kedua artis tersebut juga menegaskan bahwa mereka tidak berada dalam posisi untuk menilai proses hukum yang sedang berjalan.
“Di posisi ini kami tidak ada visi untuk menilai proses hukum ya, karena kami bukan ahli hukum, kami juga bukan pakarnya, kami orang awam terkait hukum,” ujar Teuku Wisnu.
Sementara Arie K Untung menambahkan bahwa mereka tetap menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.
“Kita juga menghormati proses hukum yang ada, semoga hasilnya yang adil buat semuanya dan diberikan solusi yang terbaik,” kata Arie.
Sosok Kerry Adrianto dan Kasus Korupsi Pertamina
Muhammad Kerry Adrianto Riza dikenal sebagai anak dari pengusaha energi Riza Chalid.
Ia merupakan beneficial owner dari perusahaan pelayaran energi PT Navigator Khatulistiwa serta pernah menjabat sebagai Presiden Direktur KidZania Jakarta.
Namanya mencuat ke publik setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di lingkungan PT Pertamina.
Kasus tersebut menjadi salah satu skandal besar di sektor energi nasional karena diduga merugikan keuangan negara dalam jumlah signifikan.
Pengadilan kemudian menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Kerry Adrianto atas keterlibatannya dalam perkara tersebut.
Video Testimoni Picu Kemarahan Netizen
Alih-alih mendapat dukungan, video testimoni tersebut justru memicu gelombang kritik dari warganet.
Sebagian publik menilai pernyataan tersebut tidak relevan karena menyangkut sosok yang telah divonis bersalah dalam kasus korupsi yang berdampak luas pada masyarakat.
Seorang netizen menulis komentar tajam di media sosial.
“Testimoni gini bagusnya diucapkan kalau orangnya sudah meninggal. Koruptor mau sebaik apa pun tetap kriminal,” tulisnya.
Komentar lain menyoroti bahwa kebaikan seseorang dalam hubungan personal tidak menghapus dampak kejahatan terhadap publik.
“Ya baik ke kalian karena teman. Tapi ke rakyat yang dicurangi tentu jahat,” tulis akun lain.
Baca Juga:
Profil Amanda Rigby yang Dijodohkan dengan Andre Taulany, Netizen Heboh!
Cerita Haru Dibalik Selendang Biru Sheila Dara di Pemakaman Vidi Aldiano
Dinilai Tidak Sensitif terhadap Dampak Korupsi
Sebagian warganet juga mempertanyakan mengapa kedua artis tersebut tetap memberikan testimoni, meskipun mereka sendiri mengakui bukan ahli hukum.
Kontroversi ini memunculkan perdebatan mengenai sensitivitas figur publik terhadap isu korupsi yang berdampak pada kepentingan masyarakat luas.
Kasus korupsi minyak mentah yang melibatkan Kerry Adrianto sendiri berkaitan dengan pengelolaan sumber daya energi nasional, yang memiliki implikasi besar terhadap ekonomi dan kepentingan publik.
Hingga saat ini, baik Teuku Wisnu maupun Arie K Untung belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik yang bermunculan di media sosial.
(Dist)










