BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kronologi robeknya Bendera Merah Putih di Monas di jelaskanKapuspen TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah. Imengatakan, Bendera Merah Putih yang berukuran besar tersebut mengalami kerobekan saat gladi atau latihan peringatan HUT ke-80 TNI.
“Saya jelaskan di sini juga bahwa dalam gladi, latihan itu, kita memang menguji. Selain kemampuan prajurit, menguji material yang kita gunakan,” kata Freddy di Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (3/10/2025).
Lebih lanjut dijelaskan, robekan ini diduga terjadi akibat angin kencang dan kekuatan kain yang kurang optimal saat dikibarkan. Freddy menambahkan angin saat itu mencapai kecepatan lebih dari 20 knot, sehingga bendera mengalami tekanan berlebih.
Baca Juga:
Ini Alasan Bendera Merah Putih Dikibarkan Setengah Tiang 30 September, Satu Tiang Penuh 1 Oktober
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Pemkab Bandung Imbau Warga Kibarkan Bendera Merah Putih
“Pada saat kemarin kan, angin di atas 20 knot, itu cukup kencang,” ujarnya. Ia mengatakan peristiwa ini menjadi evaluasi untuk memastikan peringatan HUT ke-80 TNI berjalan sempurna nanti.
“Jadi bahan kain yang kita gunakan juga kurang bagus sehingga ada sedikit miss di situ. Tapi, berkat latihan itulah, kita mengetahui kemampuan dan batas kemampuan serta kekurangan dari bahan-bahan itu,” ucapnya.
Setelah evaluasi, bendera telah diganti dengan yang lebih kuat sehingga berkibar sempurna saat gladi bersih. “Alhamdulillah di gladi bersih ini berjalan dengan lancar, Merah Putih berkibar,” ucap Freddy.
Puncak peringatan HUT ke-80 TNI ini akan digelar di Monas pada Minggu, 5 Oktober mendatang. Acara ini akan menampilkan sebanyak 1.047 alat utama sistem senjata (alutsista) dari angkatan darat, laut, dan udara.
Serta melibatkan sebanyak 133.480 prajurit serta masyarakat sipil. Mereka akan berperan mulai dari peserta upacara, parade alutsista, simulasi tempur, pasukan penerjun, hingga pasukan pengamanan. (usamah kustiawan)











