BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares, akhirnya resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi pelatih PSM Makassar.
Kabar mengejutkan ini disampaikan langsung oleh Tavares melalui akun media sosialnya pada Rabu (1/10/2025). Keputusan itu ia ambil karena gaji yang tak kunjung dibayarkan oleh manajemen Juku Eja, kondisi yang sudah lama ia hadapi selama tiga setengah tahun melatih.
“Dengan kesedihan yang mendalam, saya mengumumkan kepergian saya dari PSM Makassar, klub tertua di Indonesia yang hampir berusia 110 tahun. Alasannya adalah karena gaji yang tidak dibayarkan,” tulis Bernardo Tavares dalam pernyataannya.
Ucapan Terima Kasih
Meski diliputi kekecewaan, pelatih berusia 43 tahun itu tetap menyampaikan rasa terima kasihnya kepada manajemen PSM yang sudah mempercayainya sejak 2022. Ia juga berterima kasih kepada para pemain, staf, dan suporter yang selama ini selalu mendukungnya.
“Terima kasih Indonesia, terima kasih Sulawesi Selatan, Makassar, dan terima kasih PSM Makassar,” tulisnya.
Kesabaran yang Berakhir
Sebelum laga melawan Persija Jakarta pada pekan keenam Super League 2025/2026, Tavares sebenarnya sudah mengungkapkan keluhannya. Ia menyebut gajinya belum dibayar, namun tetap mendampingi tim yang akhirnya meraih kemenangan 2-0 atas Persija di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan.
Sebelum memutuskan mundur, Bernardo Tavares juga menegaskan bahwa ia belum menerima pembayaran gaji selama 5 bulan. Timnya hanya mendapat bonus usai mengalahkan Persija Jakarta.
Pelatih berkepala plontos itu mengaku tak lagi sanggup menerima kenyataan pahit. Ia bahkan sempat menjual barang-barang pribadinya untuk bertahan.
“Ini sebuah situasi yang saya hadapi selama 3 setengah tahun melatih, namun kini sudah tidak bisa dipertahankan lagi,” ujarnya.
Tavares juga membeberkan bahwa musim lalu dirinya sempat bertemu dengan manajemen, yakni Muhammad Nur Fajrin (manajer PSM) dan Sadikin Aksa (direktur utama PSM). Dalam pertemuan itu, manajemen berjanji soal kestabilan finansial dan proyek besar untuk musim 2025/2026.
Keyakinan itu membuatnya menolak tawaran dari klub-klub lain yang sebenarnya sudah menghubunginya.
“Saya menolak tawaran lain demi tetap bertahan, tetapi kesulitan tetap ada,” katanya.
BACA JUGA:
Kontroversi Offside Warnai Kemenangan Gemilang Persib Atas Bangkok United di ACL Two
Persib Bandung Sukses Bungkam Bangkok United dalam Lanjutan Grup G ACL 2
Ia mengakui bahwa sangat sulit membangun skuad pemain karena faktor finansial. Bahkan, PSM sempat dihukum FIFA karena tunggakan gaji. “Sangat sulit untuk merekrut pemain karena larangan dari FIFA dan reputasi buruk klub terkait pembayaran. Namun meski begitu, kami berhasil membangun tim yang kompetitif, yang kini bernilai tinggi di Transfermarkt,” ungkapnya.
Meski diterpa badai finansial, Tavares tetap menunjukkan profesionalitas. Ia berusaha menjaga ikatan antara pemain, staf, dan suporter. Ia juga memastikan mundurnya dirinya di jeda FIFA agar klub punya cukup waktu mencari pengganti sebelum pertandingan pada 19 Oktober 2025.
“Saya berterima kasih kepada Bapak Appi Munafri yang merekrut saya pada 2022, staf, para pemain yang selalu menunjukkan loyalitas dan kerja keras, dan yang terpenting para suporter, jantung sejati PSM Makassar,” tulisnya.
Di balik masalah finansial, Tavares tetap mencatatkan sejarah. Bersamanya, PSM meraih gelar Liga 1 2022/2023, mencapai final AFC Cup Zona ASEAN 2022/2023, perempat final Piala Presiden 2022, hingga semifinal ASEAN Club Championship 2024/2025.
“Selama 3 tahun ini, PSM Makassar menjadi klub Indonesia dengan performa internasional terbaik, selalu bermain di luar Sulawesi. Selain itu, kami juga berhasil memiliki skuad termuda di liga, sekaligus melahirkan banyak pemain untuk tim nasional Indonesia, baik di level junior maupun senior,” ungkapnya.
“Saya pergi dengan rasa sakit, tetapi juga dengan kebanggaan. PSM Makassar akan selalu ada di hati saya, terima kasih,” tutup Tavares.
Bernardo Tavares pun tercatat sebagai pelatih pertama yang meninggalkan Super League 2025/2026. Keputusannya ini menjadi akhir dari perjalanan penuh dinamika bersama Juku Eja, yang ia besut sejak tiga tahun lalu.
(Haqi/_Usk)











