BGN Terapkan Skema Khusus MBG di Daerah 3T dan Rawan Stunting

mbg
Ilustrasi. (X/rarariana87)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan kebijakan berbeda dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah, dengan penyesuaian khusus untuk wilayah tertinggal dan rawan stunting.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa secara umum program MBG disalurkan selama lima hari sekolah dalam sepekan. Namun, untuk daerah kategori terdepan, terluar, tertinggal (3T) serta wilayah dengan angka stunting tinggi, program diberikan selama enam hari, yakni Senin hingga Sabtu.

“Pemberian MBG untuk daerah 3T dan risiko stunting tinggi dilakukan selama enam hari sekolah. Ini merupakan langkah strategis agar anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup setiap hari,” ujar Dadan dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

BGN menegaskan bahwa penentuan wilayah prioritas dilakukan berdasarkan data yang akurat. Salah satu rujukan utama adalah hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang dirilis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Baca Juga:

BGN: Distribusi MBG Tak Terdampak Demo Sepekan Ini

Dalam implementasinya, BGN akan menggandeng dinas pendidikan dan kesehatan daerah guna memastikan validitas data, mulai dari jumlah sekolah, jumlah siswa, hingga tingkat prevalensi stunting di masing-masing wilayah.

“Tim kami akan bekerja sama dengan dinas terkait agar data yang digunakan benar-benar akurat sehingga program ini tepat sasaran,” kata Dadan.

Sejumlah wilayah di Indonesia bagian timur, Sumatera, hingga Papua menjadi fokus perhatian karena masih mencatat angka stunting relatif tinggi. Oleh karena itu, pendekatan berbasis data dinilai menjadi kunci keberhasilan program.

Dadan menambahkan, integritas data menjadi faktor penting mengingat program MBG menyangkut kesehatan serta masa depan generasi muda Indonesia.

“Program ini menyangkut masa depan anak-anak. Kami tidak ingin ada yang tertinggal dalam pemenuhan gizi,” ujarnya.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Persib Bandung Datangkan Igor Tolic
Igor Tolic Pasang Target Tinggi, Persib Tak Mau Sekadar Numpang Lewat di ASEAN Club Championship 2026/2027
Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana Gelar Edukasi Olah Sampah Organik di Desa Cikadut
Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana Gelar Edukasi Olah Sampah Organik di Desa Cikadut
Lepas Bapenda Bedas Run, KDS Ajak Warga Taat Pajak Dukung Pembangunan
Lepas Bapenda Bedas Run, KDS Ajak Warga Taat Pajak Dukung Pembangunan
KDS Kebut Tangani Banjir Kabupaten Bandung, Normalisasi Sungai hingga Bangun Drainase Baru
KDS Kebut Tangani Banjir Kabupaten Bandung, Sungai Dikeruk hingga Bangun Drainase Baru
Dorong Swasembada Kedelai, KDM Minta Petani Lakukan Ini
Dorong Swasembada Kedelai, KDM Minta Petani Lakukan Ini
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Viral Penembakan Kucing! Ini Hukum Bunuh Kucing Dalam Islam

5

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
Headline
Harga Kedelai Melonjak, Farhan Minta Perajin Tahu Tempe Tetap Produksi
Harga Kedelai Melonjak, Farhan Minta Perajin Tahu Tempe Tetap Produksi
Kota Bandung Jajaki Kolaborasi Kebudayaan dan Industri Kreatif dengan Prancis
Kota Bandung Jajaki Kolaborasi Kebudayaan dan Industri Kreatif dengan Prancis
timnas-kanada-saatnya-les-rouges-buat-sejarah-di-800-2026-05-02-091044_0
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia-Herzegovina Piala Dunia 2026, Tuan Rumah Bidik Kemenangan Bersejarah di Laga Pembuka
Bandung Zoo
Ada Pengelola Baru, Pemkot Siapkan Tahapan Perizinan dan Transisi Operasional Bandung Zoo