JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI menyoroti serius insiden serangan terhadap pasukan perdamaian UNIFIL di Lebanon, yang menewaskan tiga prajurit TNI. Lembaga tersebut mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan independen.
Ketua BKSAP, Syahrul Aidi Maazat, menegaskan bahwa penyelidikan harus berjalan objektif tanpa intervensi politik dari pihak mana pun.
“Kita meminta kepada PBB agar lakukan investigasi yang netral dan objektif. Jangan sampai ada pengaruh lobi yang membuat fakta sebenarnya tidak terungkap,” ujarnya.
Baca Juga:
Kronologi Prajurit TNI Gugur di Lebanon Akibat Serangan Israel
Menurutnya, serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian bukan hanya pelanggaran hukum internasional, tetapi juga bentuk ancaman terhadap tatanan kerja sama global yang selama ini dijaga melalui PBB. Ia menilai insiden ini tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut kredibilitas lembaga internasional.
BKSAP juga secara tegas mengecam serangan tersebut dan mendorong agar pihak yang bertanggung jawab diungkap secara terang. Dalam pandangannya, dugaan keterlibatan Israel harus ditelusuri secara transparan dan tidak ditutup-tutupi.
“Jika ini dibiarkan, maka hukum internasional akan kehilangan wibawanya dan masyarakat global bisa kehilangan kepercayaan,” tegasnya.
Lebih jauh, DPR RI mendorong agar kasus ini dibawa ke jalur hukum internasional sebagai bentuk penegakan keadilan. Langkah tegas dinilai penting agar Indonesia tetap konsisten dalam membela prinsip hukum dan melindungi warganya di kancah global.
Diketahui, tiga prajurit TNI gugur dalam serangan yang terjadi pada akhir Maret 2026. Peristiwa ini menjadi sorotan internasional dan memicu desakan agar dilakukan investigasi terbuka serta akuntabel demi mengungkap pelaku sebenarnya.











