BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Di tengah tantangan pemanfaatan energi ramah lingkungan untuk sektor transportasi, inovasi baru muncul dari Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Inovasi tersebut berupa bahan bakar cair organik yang dihasilkan dari bahan dasar tumbuh-tumbuhan bernama Bahan Bakar Merah Putih BOBIBOS.
Bahan Bakar Merah Putih BOBIBOS ini terdiri dari dua varian, masing-masing dirancang untuk mesin berbahan bakar bensin dan solar. Nama BOBIBOS sendiri merupakan singkatan dari Bahan Bakar Buatan Indonesia BOS, mencerminkan semangat kemandirian energi nasional dan keberlanjutan lingkungan.
“Yang merah untuk mesin disel dan yang putih untuk mesin bensin, berasal dari limbah pertanian (Nabati) atau biofuel, yang mudahbdi temukan dan tidak perlu dipaksa untuk di tanam karena jumlahnya sudah sangat melimpah tinggal di olah langaung jadi,” ujar Founder Bobibos, M Ikhlas Thamrin, mengutip RRI, Senin (3/11/2025).
Selain diklaim hemat dan ramah lingkungan, harga bahan bakar cair BOBIBOS per liternya disebut mencapai hanya sepertiga dari harga BBM Pertamina dengan kualitas setara RON 98. Peluncuran sekaligus uji coba produk inovatif ini turut disaksikan oleh Anggota Komisi XI DPR RI, Mulyadi.
Mulyadi menjelaskan, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia mencapai 1,5 hingga 1,6 juta barel per hari, sementara kapasitas produksi nasional baru sekitar 850 ribu barel per hari. Kondisi ini membuat Indonesia masih harus mengimpor sekitar 450 hingga 500 ribu barel per hari, yang berdampak pada tingginya beban subsidi energi yang harus ditanggung negara.
“Kalau subsidi energi bisa kita alihkan ke hal lain seperti pendidikan , kesehatan maka gaji guru dapat lebih layak dan kita lebih berdaulat karena di hasilkan dan di produksi oleh anak bangsa,” tambah Mulyadi.
Baca Juga:
Selain Jepang, Indonesia Juga Hadirkan Inovasi Masjid Berjalan
Teknologi PetraScan, Solusi Anak Bangsa Atasi Penyakit Mastitis pada Sapi Perah
Bahan bakar cair inovatif yang diluncurkan di Jonggol tersebut langsung diuji coba pada empat unit sepeda motor, dua mobil berbahan bakar bensin, dan satu mobil bermesin diesel. Hasil uji coba menunjukkan performa yang memuaskan, proses pembakaran mesin menghasilkan asap yang lebih bersih dan tanpa menimbulkan bau khas bahan bakar fosil.
(Vini Virdiyanti/Budis)











