Bos Jembatan Nusantara Dilarikan ke RS Usai Diperiksa KPK di Kasus Korupsi ASDP

KPK Modus Jatah Preman
Ilustrasi-KPK. (KPK)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Bos PT Jembatan Nusantara Group, Adjie yang merupakan tersangka utama dalam kasus korupsi besar PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dilarikan ke Rumah Sakit usai menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pada Rabu (11/6/2025) sore, Adjie menjalani pemeriksaan intensif oleh tim penyidik KPK. Namun seusai pemeriksaan, dia tidak langsung mendekam di rumah tahanan.

KPK memutuskan untuk melakukan pembantaran karena kondisi kesehatan Adjie yang memerlukan perawatan di RS Polri.

“Benar, hari ini KPK menahan salah satu tersangka perkara ASDP. Namun karena kondisi kesehatan, yang bersangkutan saat ini dibantarkan. (Dibantarkan di) RS Polri untuk dilakukan perawatan,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Kamis (12/6/2025).

Kasus dugaan korupsi yang tengah ditangani KPK ini tidak hanya melibatkan Adjie, tetapi juga menjerat jajaran petinggi PT ASDP.

Total ada empat tersangka yang telah ditetapkan KPK, yaitu Bos PT Jembatan Nusantara Group Adjie, Direktur Utama PT ASDP Ira Puspadewi, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Harry Muhammad Adhi Caksono, dan Direktur Komersial dan Pelayanan Muhammad Yusuf Hadi.

Keempatnya juga telah dicegah ke luar negeri untuk memperlancar proses penyidikan.

KPK menduga, tindak pidana korupsi terjadi dalam skema kerja sama usaha (KSU) dan akuisisi PT Jembatan Nusantara oleh ASDP yang berlangsung pada periode 2019-2022.

Dalam skema itu, negara ditaksir mengalami kerugian hingga Rp 893 miliar, dan angka ini masih berpotensi bertambah.

Baca Juga:

Polemik 4 Pulau Aceh jadi Milik Sumut, Isu Potensi Migas?

Isi Pesan Megawati Terungkap: Jaga Prabowo dan Pemerintahan Ini

Total Aset Disita Capai Rp 1,2 Triliun

Tidak hanya menetapkan tersangka, KPK juga terus menelusuri aliran dana dan hasil korupsi. Dalam penggeledahan yang dilakukan di Surabaya dan sekitarnya, KPK menemukan dan menyita berbagai aset bernilai fantastis.

Delapan bidang tanah dan bangunan telah disita, termasuk tiga rumah mewah di kawasan elite Surabaya senilai total Rp 500 miliar.

Selain itu, ditemukan pula uang tunai senilai Rp 200 juta, perhiasan senilai Rp 800 juta, jam tangan mewah bertabur berlian, hingga cincin berlian eksklusif.

“Seluruh aset yang disita diduga berasal dari tindak pidana korupsi dan akan dirampas untuk pemulihan kerugian negara,” ungkap Budi Prasetyo, Sabtu (24/5/2025).

Dengan tambahan ini, total nilai aset yang telah disita KPK mencapai Rp 1,2 triliun, jauh melampaui estimasi kerugian negara saat ini.

Modus dan Dampaknya

Kasus korupsi yang melibatkan PT ASDP dan PT Jembatan Nusantara disebut sebagai salah satu kasus korupsi terbesar di sektor transportasi laut.

Modus yang digunakan berkaitan dengan proses kerja sama usaha yang tidak transparan dan akuisisi dengan nilai yang tidak wajar.

Akibatnya, negara mengalami kerugian hampir Rp 1 triliun, merugikan keuangan negara dan mengganggu layanan transportasi publik.

Dengan penetapan empat tersangka dan penyitaan aset senilai triliunan rupiah, KPK menunjukkan keseriusannya dalam mengusut kasus korupsi ASDP. Meski bos PT Jembatan Nusantara saat ini tengah dirawat di RS Polri, proses hukum dipastikan tetap berjalan sesuai prosedur.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional
bank bjb Dorong Sport Tourism Lewat Kesuksesan Suroboyo 10K di Kota Surabaya
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
SPMB Kota Bandung
Pendaftaran SPMB Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 1 2026 Dibuka
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional

2

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

Viral Penembakan Kucing! Ini Hukum Bunuh Kucing Dalam Islam

5

Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
Headline
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri