BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Prinsipal Mercedes, Toto Wolff, memberikan pandangan tajam soal perebutan gelar juara dunia Formula 1 2025 yang kini semakin memanas. Meski Max Verstappen tampil luar biasa di GP Sao Paulo, Wolff menilai peluang sang juara bertahan untuk menyamai rekor lima gelar dunia kini praktis tertutup, sementara McLaren disebut sudah mengambil alih kendali persaingan.
Verstappen memulai balapan dari pit lane usai tim Red Bull mengganti seluruh unit tenaga pada mobil RB21-nya. Namun, pebalap asal Belanda itu kembali membuktikan kualitasnya dengan tampil garang dan menyalip hampir seluruh pesaing untuk finis ketiga. Ia hanya tertinggal 10 detik dari Lando Norris yang keluar sebagai pemenang, serta setengah detik dari Kimi Antonelli di posisi kedua.
Meski podium itu mencatatkan namanya sebagai salah satu dari hanya delapan pebalap dalam sejarah F1 yang berhasil naik podium setelah start dari pit lane, situasi klasemen tetap tidak berpihak padanya. Verstappen kini tertinggal 49 poin dari Norris, dengan hanya 83 poin tersisa dalam tiga seri terakhir: Las Vegas, Qatar, dan Abu Dhabi.
Wolff dengan gaya khasnya menilai peluang Verstappen nyaris mustahil.
“49 poin? Ya, kapal itu sudah berlayar,” ujarnya singkat, menyindir bahwa peluang juara Verstappen telah lewat.
Bos asal Austria itu justru mengalihkan sorotan pada performa McLaren yang dinilainya tampil paling solid musim ini.
“McLaren mengelola situasi dengan sangat baik. Mereka membiarkan kedua pebalapnya Norris dan Piastri bersaing sehat tanpa saling menjatuhkan. Itulah kunci kestabilan mereka,” tutur Wolff.
Baca Juga:
Max Verstappen Akui Eranya Mulai Redup, Peluang Juara Menjauh
Kendati begitu, ia tetap memberi apresiasi terhadap performa Verstappen di Brasil.
“Apa yang ia lakukan luar biasa. Mesin baru tentu membantu, tapi tidak semua pebalap bisa mengubah start dari pit lane menjadi podium. Itu level Max,” katanya, sambil membandingkannya dengan performa Lewis Hamilton saat tampil heroik dengan mesin baru pada 2021.
Menurut Wolff, performa Verstappen menunjukkan betapa tinggi kualitas sang juara dunia empat kali, namun tak cukup untuk menyelamatkan musim ini.
“Jangan pernah remehkan Max. Ia tetap salah satu pebalap paling berbakat dan konsisten di grid, bahkan ketika peluang juara sudah menipis,” tegasnya.
Dengan gap poin yang mulai sulit dikejar, perhatian kini beralih ke McLaren, apakah Lando Norris mampu mempertahankan keunggulan dan meraih gelar juara dunia pertamanya, atau Oscar Piastri justru menciptakan kejutan besar di tiga seri terakhir.
(Budis)








