CIREBON, TEROPONGMEDIA.ID – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Akhmad Marjuki bersama jajaran Pansus XI melakukan peninjauan strategis ke dua infrastruktur air vital di wilayah timur Jawa Barat, yakni Waduk Darma dan Bendungan Cipager.
Kunjungan ini bukan hanya bertujuan memastikan fungsi teknis bendungan, melainkan untuk merumuskan regulasi yang mampu mengoptimalkan potensi ganda infrastruktur air bagi kesejahteraan masyarakat Cirebon dan sekitarnya.
Marjuki menekankan bahwa di era perubahan iklim saat ini, pengelolaan bendungan harus bertransformasi dari sekadar penampung air menjadi aset multifungsi yang bernilai ekonomi tinggi.
Menjaga Kedaulatan Pangan Melalui Stabilitas Debit
Sebagai legislator yang konsisten mengawal isu pembangunan, Marjuki menyoroti pentingnya normalisasi dan pemeliharaan rutin pada Bendungan Cipager. Baginya, bendungan ini adalah urat nadi bagi ribuan hektare lahan pertanian di Kabupaten Cirebon. Tanpa manajemen air yang presisi, kemandirian pangan di wilayah tersebut bisa terancam.
“Fungsi utama tetap irigasi dan pengendalian banjir. Kita harus memastikan setiap tetes air yang tertampung di sini sampai ke sawah-sawah petani tanpa terkendala sedimentasi atau kerusakan pintu air,” ujar Akhmad Marjuki saat meninjau area teknis bendungan.
Akselerasi Wisata Berbasis Konservasi
Satu hal yang menjadi perhatian khusus Pansus XI adalah potensi pariwisata di sekitar waduk. Marjuki melihat Waduk Darma dan area Bendungan Cipager memiliki daya tarik alam yang luar biasa jika dikelola dengan konsep eco-tourism yang modern.
Beberapa poin rekomendasi yang diusulkan Marjuki dalam kunjungan tersebut meliputi:
Integrasi Wisata dan Lingkungan: Mendorong pembangunan fasilitas wisata tanpa merusak ekosistem asli dan kualitas air.
Pemberdayaan Masyarakat Lokal: Memastikan warga sekitar tidak hanya menjadi penonton, tapi terlibat aktif dalam pengelolaan UMKM dan jasa wisata di area bendungan.
Modernisasi Teknologi Bendungan: Mengusulkan sistem monitoring digital untuk memantau ketinggian air dan risiko bencana secara real-time.
Sinergi Antar-Wilayah
Kunjungan Pansus XI ini juga bertujuan menyelaraskan kebijakan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Kabupaten/Kota terkait. Marjuki meyakini bahwa pengelolaan aset besar seperti Waduk Darma memerlukan kolaborasi lintas sektoral agar dampak ekonominya bisa dirasakan hingga ke tingkat desa.
“Kita ingin bendungan ini menjadi berkah, bukan beban. Dengan regulasi yang tepat dari Pansus XI, kita akan pastikan Waduk Darma dan Cipager menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi warga Cirebon, baik dari sektor pertanian maupun pariwisata,” pungkasnya.











