BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Hubungan antara Barcelona dan timnas Spanyol kembali memanas setelah muncul kabar wonderkid berusia 18 tahun, Lamine Yamal, menjalani prosedur medis tanpa sepengetahuan pihak tim nasional. Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, menyebut situasi ini sebagai sesuatu yang tidak normal dan belum pernah terjadi sebelumnya.
Yamal, yang tengah bergulat dengan cedera pada area pangkal paha, dikabarkan menjalani prosedur radiofrekuensi invasif untuk mengatasi rasa nyeri yang terus berulang. Namun, baik sang pemain maupun Barcelona tidak memberi tahu tim medis timnas Spanyol mengenai tindakan tersebut.
Awalnya, Yamal dipanggil untuk memperkuat Spanyol dalam laga melawan Georgia dan Turki pada 7 November 2025. Namun, hanya tiga hari kemudian, namanya dicoret dari skuad setelah federasi mengetahui ia telah menjalani prosedur medis pada hari yang sama saat pemusatan latihan dimulai.
Kurang Komunikasi dari Klub
Luis de la Fuente mengaku terkejut atas kurangnya komunikasi dari pihak klub.
“Ini bukan hal yang normal. Saya belum pernah menghadapi situasi seperti ini sebelumnya,” ujarnya kepada stasiun radio RNE. “Dalam hal medis, kita harus selalu berhati-hati. Saya benar-benar kaget,” tambahnya.
Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) juga mengeluarkan pernyataan keras. Mereka menyebut tindakan tersebut sebagai “prosedur invasif” dan mengungkapkan kekecewaan karena baru mendapat laporan resmi dari Barcelona pada pukul 22.40 waktu setempat, jauh setelah pemusatan latihan dimulai. Berdasarkan laporan itu, dokter klub menyarankan Yamal beristirahat selama 7–10 hari.
Baca Juga:
Pencoretan Lamine Yamal Picu Konflik Barcelona dan Timnas Spanyol
RFEF pun memutuskan untuk mencoret Yamal dari daftar pemain demi memprioritaskan kesehatan dan keselamatannya. “Kami berharap ia segera pulih sepenuhnya,” tulis pernyataan resmi federasi.
Masalah ini menambah panjang ketegangan antara Barcelona dan tim nasional terkait kondisi fisik Yamal. Sebelumnya, pelatih Barca Hansi Flick sempat menuding pihak Spanyol terlalu memaksa sang pemain muda tampil meski masih merasakan nyeri. “Lamine bermain dengan suntikan penghilang rasa sakit, padahal ia seharusnya beristirahat,” ucap Flick.
Yamal disebut menderita cedera pada otot pangkal
Yamal disebut menderita pubalgia, cedera pada otot pangkal paha yang sering dialami pemain muda karena ketidakseimbangan otot perut dan selangkangan. Meski biasanya diatasi dengan fisioterapi dan istirahat, Barcelona memilih langkah lebih agresif melalui prosedur invasif tersebut.
Sebagai salah satu talenta muda terbesar dunia dengan gaji fantastis mencapai 325.000 pound sterling per pekan, Yamal kini menjadi pusat tarik-menarik antara klub dan negaranya. Mengelola beban fisiknya menjadi hal krusial, apalagi Piala Dunia 2026 sudah di depan mata.
Cedera serupa pernah dialami Lionel Messi pada masa mudanya, dan legenda Argentina itu berhasil pulih setelah menjalani terapi jangka panjang yang memberi harapan Yamal pun bisa bangkit kembali jika ditangani dengan bijak.










