BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sebuah unggahan viral di media sosial mengklaim bahwa dalam kurun waktu lebih dari 30 tahun terakhir, hanya satu ekor nyamuk yang pernah ditemukan di Islandia.
Nyamuk tersebut disebut kini disimpan di Institut Sejarah Alam sebagai bukti langkanya serangga penghisap darah di negara tersebut.
Unggahan ini ramai diperbincangkan karena banyak netizen menganggap fakta tersebut luar biasa, mengingat nyamuk adalah salah satu serangga paling umum di dunia.
Penelusuran Fakta
Hasil penelusuran berbagai sumber ilmiah dan publikasi lingkungan menunjukkan bahwa klaim tersebut sebagian benar namun perlu diluruskan.
Islandia memang dikenal sebagai salah satu negara yang nyaris bebas dari nyamuk, namun bukan berarti tidak ada satu pun nyamuk yang pernah hidup di sana. Para peneliti dari Icelandic Institute of Natural History (Institut Sejarah Alam Islandia) menjelaskan bahwa nyamuk dapat ditemukan secara insidental, tetapi mereka tidak mampu berkembang biak atau bertahan lama di negara tersebut.
Faktor Iklim Jadi Penyebab Utama
Menurut laporan dari lembaga riset iklim dan entomologi Eropa, kondisi alam Islandia yang ekstrem menjadi alasan utama minimnya populasi nyamuk.
Perubahan suhu yang cepat dari hangat ke dingin serta siklus pembekuan dan pencairan air danau yang tidak menentu. Hal ini membuat nyamuk tidak dapat menyelesaikan siklus hidupnya (telur–larva–pupa–dewasa).
Nyamuk membutuhkan lingkungan stabil dengan suhu hangat dan genangan air yang tidak membeku untuk bertelur dan tumbuh. Kondisi Islandia yang dingin dan berubah-ubah secara drastis membuat habitat itu tidak tersedia.
Baca Juga:
CEK FAKTA: Prabowo Setuju Stop MBG
CEK FAKTA: Kim Jong Un Pernah Menyamar Jadi Warga Brasil untuk Masuk ke Disneyland Tokyo
Kebenaran Soal “Satu Nyamuk”
Fakta mengenai “satu ekor nyamuk yang disimpan di institut sejarah alam” memang tercatat dalam arsip penelitian lokal, tetapi konteksnya bukan berarti hanya satu nyamuk yang pernah ada di Islandia.
Nyamuk tersebut dijadikan spesimen referensi, sebagai contoh bahwa serangga itu pernah ditemukan, meski tidak pernah membentuk populasi.
Artinya, klaim bahwa hanya ada “satu nyamuk di Islandia” bukan sepenuhnya benar. Melainkan penyederhanaan fakta ilmiah yang kemudian viral di media sosial.
Faktanya benar sebagian: Islandia memang nyaris bebas nyamuk karena kondisi iklim ekstrem yang menghambat siklus hidup serangga ini.
Namun klaim ‘hanya ada satu nyamuk dalam 30 tahun terakhir’ tidak sepenuhnya benar. Nyamuk pernah ditemukan di sana, tetapi tidak dapat hidup dan berkembang biak secara berkelanjutan.
(Hafidah Rismayanti/_Usk)











