BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Starvision Plus dan Karna Pictures secara resmi meluncurkan official trailer dan poster film terbaru mereka, DOPAMIN, dalam sebuah konferensi pers yang menarik perhatian media pada 22 Oktober 2025.
Film bergenre drama thriller yang dibintangi oleh pasangan suami istri di kehidupan nyata, Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon, ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 13 November 2025, menawarkan ketegangan yang mendalam dan chemistry yang otentik.
Disutradarai oleh sutradara pemenang penghargaan, Teddy Soeriaatmadja, Dopamin berpusat pada kisah Malik (Angga Yunanda) dan Alia (Shenina Cinnamon), pasangan muda yang terpaksa menghadapi situasi ekstrem dan tekanan hidup berat setelah terlibat dalam sebuah insiden.
Film ini tidak hanya menawarkan ketegangan ala thriller, tetapi juga mengeksplorasi perjuangan cinta dan ikatan pernikahan mereka di tengah kekacauan, menguji seberapa jauh mereka akan bertahan demi satu sama lain.
Cerita yang awalnya diolah Teddy Soeriaatmadja sebagai dark thriller selama lima tahun ini, kemudian dikembangkan bersama Produser Chand Parwez Servia menjadi kisah yang lebih berfokus pada hubungan emosional manusia.
Produser Chand Parwez Servia menjelaskan bahwa film ini adalah refleksi yang sangat relevan dengan kehidupan banyak pasangan suami istri di masa kini. Ia menyebut Dopamin adalah film tentang survival dan kebahagiaan.
“Dopamin sebetulnya adalah film tentang kita. Apa yang dialami oleh Pasutri di sini, yaitu Malik dan Alia, adalah mungkin cerminan banyak sekali Pasutri yang sedang survive di dunia yang semakin gila ini.
Bagaimana mereka menjalani segala kesulitan itu dengan bahagia, saling mengandalkan,” ujar Parwez, mendefinisikan ikatan kuat tersebut sebagai ‘Dopamin’ mereka. Sutradara Teddy Soeriaatmadja menambahkan, “Ini tentang a struggle of husband and wife, dan benar-benar very human story. Ini tentang survival dan what you would do for love.”
Aspek chemistry Angga dan Shenina menjadi sorotan utama, karena mereka memang merupakan pasangan suami-istri di kehidupan nyata. Shenina Cinnamon mengungkapkan tantangan besar saat memerankan Alia yang ia sebut sebagai karakter Alpha Female.
Ia juga membagikan momen intens di lokasi syuting saat harus melakoni adegan satu shot (one-take) selama enam menit yang menuntut emosi dan fokus maksimal dari seluruh kru.
Angga Yunanda sendiri memuji kerja sama ini, menyatakan bahwa pendekatan kamera yang menggunakan lensa 25mm dan 32mm terasa baru dan meningkatkan atmosfer tegang, seolah kamera berada tepat di depan wajah mereka.
Ia juga menambahkan bahwa Angga dan Shenina adalah “Dopamin satu sama lain” yang membuat chemistry mereka di layar terasa otentik.
BACA JUGA
Review Film Abadi Nan Jaya: Sebotol Jamu yang Menciptakan Teror Zombie Mencekam
Sinopsis dan Ulasan Film Chief of Station Karya Jesse V. Johnson
Dari segi teknis, penata kamera Vera Lesta menjelaskan keputusan untuk konsisten menggunakan hanya dua lensa (prime lens)—yaitu 25mm dan 35mm—bertujuan untuk memberikan impact intensitas emosi karakter dan menangkap adrenaline rush yang terus berjalan sepanjang film, sekaligus memperlihatkan sedikit distorsi dari dunia luar mereka.
Film berjudul Dopamin ini didukung aktor lain yang tangguh seperti Tengku Rifnu Wikana, Totos Rasiti, dan Ajasmara. Sebelum tayang serentak, Dopamin mendapat kehormatan menjadi Film Penutup (Closing Film) Jakarta Film Week yang akan diselenggarakan pada 26 Oktober 2025.
Dengan segala aspek emosional dan teknis yang ditawarkan, Dopamin siap menjadi tontonan wajib pada 13 November 2025.
(Siesiliana HD/Magang UNLA/Aak











