BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Perusahaan besar di bidang teknologi, Microsoft, selalu mendorong penggunanya untuk menggunakan layanan AI mereka, terutana sejak peluncuran AI mereka yaitu Copilot. namun, hal yang cukup menarik muncul dalam penggunaan resminya “Terms of Use”. dalam Terms of use Microsoft Copilot yang baru diperbaharui disebutkan bahwa ai ini ditunjukkan hanay untuk hiburan semata dan tidak disarankan untuk digunakan pada sesuatu yang serius.
Di dalam terms of use tersebut Microsoft menyebutkan bahwa Copilot bisa saja membuat kesalahan dan tidak bisa selalu menghasilkan hasil yang sesuai harapan pengguna. Microsoft pun menekankan bahwa pengguna jangan terlalu bergantung pada AI Copilot tersebut.
pernyataan Microsoft tersebut sangat bertolak belakang, mengingat Microsoft sendiri mempromosikan AI tersebut lewat penyatuan AI Copilot dengan berbagai aplikasi-aplikasi Microsoft lainnya, seperti Word, PowerPoint, Excell dan Edge melalui Windows 11.
Hal ini juga bertolak belakang dengan pernyataan CEO Microsoft Satya Nadella, yang mengatakan bahwa dia memuji kinerja yang dihasilkan oleh Copilot dan mengatakan bahwa AI tersebut bisa meningkatkan produktivitas, terutama lewat fitur Microsoft Copilot 365.
Baca Juga:
Microsoft PHK 9.100 Karyawan, Divisi Xbox dan Studio Gim Paling Terdampak!
Sebenarnya hal seperti ini bukan hanya terjadi pada AI Copilot. perusahaan lain seperti xAI juga memberikan peringatan yang sama. mereka menegaskan bahwa AI masih bersifat bermasalah, sehingga menghasilkan jawaban yang tidak akurat dan terkadang jawabannya mengandung sifat “halusinasi” dan tidak sesuai fakta yang ada.
Meski seharusnya menjadi pengetahuan yang umum, banyak orang terutama masyarakat Indonesia yang masih percaya AI tanpa mencari sumber dan fakta yang ada. bahkan dalam beberapa kasus, AI menyebabkan masalah yang cukup serius. Pada sistem layanan amazon dilaporkan terdapat masalah yang diakibatkan perubahan kode coding yang dibantu dengan AI tanpa adanya revisi dan pengawasan yang mendalam.
Di sisi lain, Microsoft menyadari bahwa Kalimat “hanya untuk hiburan” ini menibulkan kebingunan. Microsoft mengatakan bahwa kalimat tersebut berasal dari kalimat versi lama AI Copilot saat masih menjadi fitur pendamping di Bing. seiring waktu, Microsoft berencana untuk memperbaharui serta mengubah Terms of Use tersebut, dan akan menyesuaikan kembali sesuai dengan fungsi yang ada.
(Magang Unpas/Rahmadani)










