BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Tim kolaborasi ITB dan Telkom University berhasil meraih juara ketiga dalam ajang Business-IT Case Competition (BizzIT) yang merupakan bagian dari rangkaian acara tahunan Compfest 2025 di Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia.
Kompetisi BizzIT menantang peserta untuk menyelesaikan studi kasus bisnis berbasis teknologi informasi. Tahun ini, lebih dari 80 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia turut bersaing, sebelum akhirnya delapan tim terbaik melaju ke babak final.
Dalam tahap penentuan, tim kolaborasi ITB–Telkom University menghadirkan gagasan bertajuk CraSH Strategy, sebuah pendekatan terpadu untuk membangun sistem retail cerdas yang efisien dan adaptif terhadap perubahan pasar. Inovasi ini berfokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan untuk memprediksi kebutuhan pasar secara real-time, memperkuat sistem pendukung keputusan di setiap cabang, serta menciptakan antarmuka yang menempatkan manusia sebagai pusat transformasi digital.
“Solusi ini kami rancang untuk menjawab akar masalah yang selama ini dihadapi oleh sistem retail konvensional, seperti ketergantungan pada proses manual dan sentralisasi pengambilan keputusan. Pendekatan holistik kami memastikan efisiensi sekaligus membuka ruang bagi inovasi,” ujar salah satu anggota tim dari ITB, Azizah Nur Sya’bani, melansir laman ITB.
Persaingan menuju podium tidak mudah. Para finalis dikarantina selama delapan jam tanpa akses komunikasi untuk menganalisis kasus, menyusun strategi, dan menyiapkan presentasi di hadapan dewan juri.
“Rasanya seperti membangun candi dalam semalam, menegangkan, tapi sangat menantang,” kenang Azizah.
Meski menghadapi tekanan tinggi, kolaborasi lintas kampus menjadi kekuatan utama tim ini. Salah satu peserta, Asiah Hafizhah, menyebut bahwa pengalaman mengikuti kompetisi tersebut menjadi wadah pembelajaran berharga. “Awalnya sempat gugup karena ini pertama kali ikut lomba business case berbasis IT. Tapi dengan dukungan dan kerja sama yang solid, kami bisa tampil maksimal,” ujarnya.
Lebih dari sekadar raihan prestasi, capaian ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antarmahasiswa dari berbagai disiplin ilmu mampu menghasilkan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan industri modern.
Baca Juga:
DETECT, Inovasi Mahasiswa UNEJ yang Siap Jadi Gerakan Nasional Pencegahan Kanker Kulit
Teh Kelor dan Tepung Jagung Sehat, Inovasi Mahasiswa Itera yang Siap Go Publik
“Jangan takut mencoba. Niatkan untuk belajar dulu, kalau menang, itu bonus yang patut disyukuri,” tambah Asiah.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam menjawab tantangan transformasi digital di Indonesia.
(Vini Virdiyanti/Budis)











