BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — PSBS Biak harus menerima pil pahit usai ditekuk Persib Bandung dengan skor 0-3. Pelatih PSBS Biak, Divaldo Alves soroti gol pertama Persib yang sukses membuyarkan konsentrasi PSBS Biak.
Divaldo Alves harus mengakui rencana timnya langsung berantakan setelah Persib Bandung sukses mencetak gol pertama. Bagi Divaldo Alves, gol tersebut menjadikan langkah PSBS Biak semakin berat untuk menekan.
Secara permainan di babak pertama, ia merasa semuanya berjalan begitu baik. Tekanan Persib juga mampu dimentahkan PSBS. Ia juga memuji peran sang kiper, Kadu yang main sangat baik ketimbang pemain lain.
“Babak pertama kita mau jaga, kita mau kontrol Persib Bandung supaya mereka tidak bisa masuk box penalti, ada beberapa kali mereka shooting, kena tiang. Kadu bagus terus balik lagi,” imbuh Divaldo kepada awak media.
Baca Juga:
Persib Bandung Sukses Bawa Poin Penuh Dari Markas PSBS Biak
PSBS Biak Jadikan Stadion Maguwoharjo Sebagai Homebase, Begini Respons Persib
Namun kata Divaldo, semua rencana PSBS seketika hancur oleh gol yang dicetak Andre Jung pada pengujung babak pertama. Gol tersebut langsung mengubah genstur anak asuhnya.
“Kalau lawan mau attacking gampang sekali, semua lihat saya gak paham. Saya gak tahu VAR buat PSBS biak kerja atau tidak saya tidak tahu,” jelas pelatih jebolan Liga Malaysia itu.
Ia pun dilema karena situasi ini menguntungkan Persib. Divaldo pun menjadi serba salah dan mengambil perjudian dengan main menyerang. Meski ia khawatir, skema itu menjadi permainan lebih terbuka.
Permainan terbuka, disebut Divaldo adalah makanan yang paling sering dilahap Persib. Hingga akhirnya kekhawatiran itu nyata dan Persib mengandalkan jurus andalannya dengan melakukan transisi cepat.
“Di babak kedua kita mau ganti semua supaya bisa lebih attacking, tapi itu yang terjadi,” tuturnya.
Pria berusia 47 tahun itu juga menilai, strategi menyerang yang diambilnya menghadirkan ruang besar untuk Persib. Ia juga tak mengerti dengan timnya yang sangat sulit memasuki kotak penalti Persib.
“Babak kedua saya gak tahu setiap kali lihat tim kita main apalagi di kandang, lapangan seperti ini. Kita mau attacking seperti mau naik gunung, susah sekali.” tutup Divaldo.
(RF/_Usk)











