JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru mengenai dampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang terjadi beberapa hari lalu.
Laporan tersebut menunjukkan skala kerusakan cukup serius, mencakup korban luka, kerusakan fasilitas umum, serta ratusan hektare lahan pertanian yang tak lagi dapat difungsikan.
Tiga Warga Alami Luka Berat
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, bahwa tiga warga mengalami luka berat akibat paparan material vulkanik.
“Ketiga warga tersebut saat ini dalam perawatan tim medis di RSUD dr. Haryoto Lumajang,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (24/11/2025).
Kerusakan Lahan Pertanian Capai Ratusan Hektare
BNPB mencatat, luas kerusakan lahan pertanian mencapai 204,63 hektare, terutama di area yang langsung terpapar hujan abu dan material panas erupsi. Kerugian ini diperkirakan berdampak pada sektor pertanian masyarakat yang menggantungkan hidup dari hasil kebun dan tanaman pangan.
Selain kerusakan lahan, Abdul Muhari menyebut bahwa sejumlah bangunan turut terdampak.
“Ada rumah rusak berat 21 unit, termasuk fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, dan gardu PLN masing-masing rusak berat satu unit,” ungkapnya.
Tiga Desa Menjadi Wilayah Terdampak Terparah
BNPB mengidentifikasi tiga desa yang mengalami dampak paling besar dari aktivitas vulkanik Semeru, yakni:
- Desa Supiturang, Pronojiwo
- Desa Oro-Oro Ombo, Pronojiwo
- Desa Penanggal, Candipuro
Ketiga desa tersebut berada di jalur yang paling dekat dengan aliran material vulkanik sehingga mengalami kerusakan paling signifikan.
Baca Juga:
Banjir Lahar Semeru Makin Meluas, Aliran Capai Gladak Perak dalam Hitungan Menit
Kebakaran Hebat di Asrama Ton Angkub Pusdik Bekang Bandung Tewaskan Satu Warga
528 Warga Mengungsi di Dua Lokasi
Data dari petugas gabungan per Minggu (23/11) menunjukkan bahwa 528 warga dari desa-desa terdampak masih bertahan di lokasi pengungsian yang disiapkan pemerintah.
Rinciannya:
- SMPN 02 Pronojiwo: 307 jiwa
- SDN 04 Supiturang: 221 jiwa
Abdul Muhari mengatakan, bahwa meski berada di tempat pengungsian, warga tetap berupaya melanjutkan aktivitas harian.
“Meskipun berada di pengungsian, mereka tetap beraktivitas, seperti membersihkan rumah mereka yang terdampak abu vulkanik maupun tetap bekerja,” katanya.
Upaya Penanganan Tetap Berlanjut
Tim gabungan yang terdiri dari BNPB, BPBD, TNI, Polri, serta relawan lokal terus melakukan penanganan lanjutan. Kegiatan meliputi pembersihan area terdampak, perbaikan jalur akses, distribusi logistik, serta pemeriksaan kesehatan bagi para pengungsi.
Pihak BNPB juga mengimbau masyarakat sekitar lereng Semeru untuk tetap waspada terhadap potensi erupsi susulan mengingat aktivitas vulkanik masih fluktuatif.
(Dist)











