BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Setelah hanya membawa pulang satu gelar runner-up dari Kumamoto Japan Masters pekan lalu, tim bulu tangkis Indonesia bergerak cepat. Tanpa banyak waktu untuk beristirahat, para atlet Merah Putih langsung bertolak ke Sydney untuk berlaga di Australia Open World Tour Super 500, turnamen yang menawarkan total hadiah mencapai USD 475.000 atau sekitar Rp 7,8 miliar.
Atmosfer persiapan kali ini terasa berbeda, lebih tegang, lebih ambisius. Para pemain datang bukan hanya dengan target lolos babak demi babak, tetapi membawa misi memperbaiki hasil kurang maksimal di pekan sebelumnya.
Tunggal Putra
Di sektor tunggal putra, seluruh sorotan kembali mengarah pada Jonatan Christie, sang juara Denmark Open Super 750 yang sedang berada dalam performa terbaiknya. Jojo kali ini memikul tanggung jawab besar sebagai tumpuan utama Indonesia.
Ia akan didampingi talenta muda, seperti Alwi Farhan dan Yohanes Saut Marcellyno, pemain muda dengan gaya bermain agresif dan stamina kuat.
Ketiganya datang dengan tekad sama, mengembalikan dominasi sektor tunggal putra Indonesia di level Super 500.
Tunggal Putri
Absennya peraih medali perunggu Olimpiade Paris, Gregoria Mariska Tunjung, membuat sektor tunggal putri bertumpu sepenuhnya pada Putri Kusuma Wardani.
Pemain ranking 7 dunia itu akan tampil sebagai satu-satunya wakil Indonesia, menjadikan bebannya berlipat ganda. Namun, dengan konsistensi performa yang terus menanjak, Putri KW datang ke Sydney sebagai petarung yang siap mengejutkan siapa pun lawannya.
Baca Juga:
Nasib Berbeda Gregoria dan Putri KW di Kejuaraan Dunia 2025, PBSI Fokus Evaluasi
Ganda Putra
Indonesia menurunkan tiga pasangan dengan karakter permainan yang berbeda:
Sabar Karyaman Gutama / Moh Reza Pahlevi Isfahani
Duet berpengalaman yang dikenal solid dalam bertahan.
Fajar Alfian / Muhammad Rian Shohibul Fikri
Runner-up Denmark Open sekaligus pasangan papan atas yang tengah mencari momentum.
Raymond Indra / Nikolaus Joaquin
Pasangan masa depan dengan gaya bermain cepat dan eksplosif.
Kombinasi ini memberi Indonesia peluang besar untuk menembus fase akhir turnamen.
Ganda Putri
Empat pasangan dikirim, mencerminkan kuatnya kedalaman sektor ganda putri Indonesia:
Amalia Cahaya Pratiwi / Lanny Tria Mayasari
Febriana Dwipuji Kusuma / Meilysa Trias Puspitasari
Rachel Allessya Rose / Febi Setianingrum
Apriyani Rahayu / Siti Fadia Silva Ramadhanti
Kembalinya Apri/Fadia, pasangan andalan yang selalu menjadi ancaman. Kombinasi pengalaman dan pemain muda menjadikan sektor ini salah satu yang paling diandalkan di Sydney.
Ganda Campuran
Meski hanya membawa dua wakil, sektor ganda campuran tetap menyimpan potensi besar:
Jafar Hidayatullah / Felisha Alberta N. Pasaribu
Adnan Maulana / Indah Cahya Sari Jamil
Keduanya dikenal sebagai pasangan agresif dengan kualitas serangan kuat, cocok untuk memainkan tempo cepat yang dibutuhkan di turnamen Super 500.
(Budis)










