Dalih Ustaz Pengasuh Ponpes di Malang Cambuk Santri, Konsekuensi karena Diam-diam Keluar?

santri dicambuk
(Instagram/distrik7news)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Seorang santri berinisial AZX (9 tahun) dari salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) yang berada di Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, diduga dicambuk oleh ustaz pengasuh ponpes berinisial D.

Dugaan tindak kekerasan itu mencuat ke publik setelah video yang merekam aksi kekerasan terhadap AZX beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman, terlihat santri itu dicambuk  berulang kali pada bagian kaki dengan rotan hingga menyebabkan memar.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Malang, Aiptu Erlehana, membenarkan kejadian itu.

Dari keterangannya, peristiwa penganiayaan itu terjadi saat perayaan Idul Adha beberapa waktu lalu, dan baru dilaporkan ke pihak kepolisian sekitar dua minggu setelah kejadian.

“Benar, kami mengetahui video tersebut setelah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan sejumlah saksi,” jelas Erlehana, Kamis (10/07/2025).

BACA JUGA:

Viral Kasus WNI di Jepang, Influencer Neojapan: “Kalau Bikin Ulah, Saya Usul Dideportasi”

Viral Pelemparan Batu pada Kereta Api Sancaka, Ini Ancaman Hukum dari KAI!

Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui bahwa kejadian bermula ketika AZX diam-diam keluar dari area pondok saat malam hari untuk mencari makan karena merasa masih lapar, meskipun sebelumnya telah mendapatkan jatah makan di ponpes.

“Korban mengaku masih merasa lapar, sehingga memilih keluar secara diam-diam tanpa izin,” tambahnya.

Saat keberadaannya diketahui, beberapa guru melakukan pencarian dan menemukan korban di area persawahan tidak jauh dari pondok. Setelah itu, korban diminta kembali ke pondok dan kemudian menerima hukuman berupa cambukan di bagian kakinya.

“Guru yang bersangkutan sudah kami mintai keterangan. Ia menyatakan bahwa hukuman tersebut merupakan bentuk sanksi yang telah ditetapkan dalam aturan pondok, dan menurutnya, korban pun mengetahui konsekuensi atas pelanggaran yang dilakukan,” ungkap Erlehana.

Hingga kini, kasus tersebut telah masuk tahap penyidikan. Namun, polisi belum menetapkan tersangka lantaran masih membutuhkan keterangan tambahan dari seorang santri lain yang diduga turut menjadi korban dalam insiden serupa.

Polisi juga telah mengirimkan surat resmi kepada pihak pondok pesantren agar menghadirkan saksi tambahan ke Polres Malang. Jika tidak ada kerja sama dari pihak pondok, maka langkah penjemputan paksa akan ditempuh.

Saat ini, korban telah berada dalam pengawasan keluarganya. Selain itu, kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang untuk memastikan kondisi psikologis korban.

“Kondisi fisiknya masih menunjukkan luka di kedua kaki, sehingga kami juga melakukan pemeriksaan lanjutan dari sisi psikologis,” pungkasnya.

(Saepul)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
bank bjb Dorong Sport Tourism Lewat Kesuksesan Suroboyo 10K di Kota Surabaya
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
SPMB Kota Bandung
Pendaftaran SPMB Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 1 2026 Dibuka
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

5

Kucing Uya Kuya Kembali, Sang Presenter Ungkap Rasa Syukur
Headline
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri