BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengungkap total jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencapai lebih dari seribu perusahaan. Tidak hanya itu, banyak BUMN yang memiliki hingga tujuh lapis anak usaha.
Managing Director Holding Operasional Danantara Agus Dwi Handaya mengungkapkan, saat ini total ada sebanyak 1.045 BUMN, di mana 50 di antaranya memiliki 338 anak usaha.
Tidak berhenti disitu, Agus mengungkap, perusahaan tersebut masih terus berlanjut hingga tujuh turunan.
Dari 338 anak usaha tersebut menghasilkan sebanyak 585 cucu, serta 193 cicit perusahaan. Kemudian ada 36 piut perusahaan, 3 canggah, 2 wareng, hingga udheg-udheg sebanyak 2 perusahaan.
Sebutan tersebut mengacu pada silsilah keturunan keluarga di Jawa. Anak merupakan keturunan pertama, cucu keturunan kedua, cicit keturunan ketiga, piut keturunan keempat, canggah keturunan kelima, wareng keturunan keenam, serta udheg-udheg keturunan ketujuh.
“Ada tujuh layer (lapis). Saya setelah bekerja di Danantara baru paham sebutan layer itu. Dulunya, saya cuma paham kalau dari cucu-cicit (perusahaan),” ujar Agus, melansir CNN, Kamis (13/11/2025).
Baca Juga:
Danantara Mulai Benahi 43 BUMN, Termasuk Krakatau Steel dan Semen Indonesia
Prabowo Bakal Pangkas 1.000 BUMN Jadi 200, Ekspatriat Bisa Jadi Pimpinan!
Ia menyampaikan bahwa banyaknya lapisan perusahaan ini menimbulkan banyak kasus mismanajemen.
“Mismatch financing. Banyak sekali proyek-proyek investasi jangka panjang, tapi pembiayaannya berasal dari jangka pendek,” kata Agus.
Selain itu, banyaknya lapisan perusahaan juga menyababkan operasional yang tidak efisien dan tidak kompetitif.
“Terjadi tumpang tindih dan kompetisi sesama BUMN, bahkan sesama BUMN dalam satu induk,” kata Agus.
Untuk itu, pemerintah melalui Danantara berupaya melakukan restrukturisasi atau perampingan jumlah BUMN yang mencapai ribuan tersebut menjadi hanya sekitar dua ratusan.
“Dari yang seribu (BUMN) tadi, yang tujuh layer tadi, itu akan di-streamline menjadi mungkin sekitar 200 BUMN,” jelas Agus.
Adapun upaya ini termasuk dalam salah satu pilar transformasi BUMN, yakni transformasi bisnis, langkah-langkah konsolidasi, redefinisi, dan juga membangun operasional excellence.
(Raidi/Aak)











