BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Bandung kembali membuktikan diri sebagai kota yang hidup oleh musik dan kreativitas. Gelaran Bandung Musik Journey East Pride 2025 yang berlangsung di Teras Sunda Cibiru, menjadi panggung perayaan lintas genre yang menyatukan musisi, seniman, dan pelaku kreatif dari berbagai komunitas Bandung Timur.
Acara ini merupakan bagian dari pra-event Asia Africa Youth Forum (AAYF) 2025 dan digagas untuk menegaskan semangat kolaborasi serta keberagaman musik Bandung, dari arus utama hingga underground.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengapresiasi geliat kreatif warga Bandung Timur. Menurutnya, kawasan ini memiliki perjalanan budaya yang khas dan telah melahirkan banyak ekspresi seni yang mendunia.
“Bandung Timur itu punya karakter luar biasa. Dulu sempat muncul istilah ‘orang Bandung coret’, tapi justru dari semangat itulah lahir ekspresi pemberontakan yang positif terutama lewat musik yang tidak mainstream,” kata Farhan, Senin (6/10/2025).
Farhan mencontohkan bagaimana scene musik underground Ujungberung tumbuh dari semangat itu dan kini menjadi salah satu ikon musik independen Indonesia yang dikenal luas.
Farhan menekankan pemerintah kini harus menjadi mitra bagi para pelaku seni, bukan sekadar regulator.
“Ekspresi musik, visual, atau simbol yang muncul itu bagian dari cara mereka menyampaikan gagasan. Bukan sesuatu yang harus dicurigai, tapi diapresiasi,” tegasnya.
“Komunitas musik Bandung sudah berkembang secara organik. Tugas pemerintah sekarang adalah mendengarkan, memberi ruang, dan menjaga ekosistemnya agar tetap hidup dan inklusif,” sambungnya.
Baca Juga: Pemkot Bandung Kembali Hadirkan Asia Africa Festival ke-69 di Kota Bandung
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyebut Bandung Musik Journey sebagai bukti nyata semangat kolaborasi dan keberagaman yang menjadi napas Kota Bandung.
“Bandung adalah kota yang hidup oleh suara, nada, dan karya. Musik menyatukan semua perbedaan itu,” ujarnya.
Bandung Musik Journey sendiri merupakan proyek berkelanjutan yang menelusuri jejak musik dari berbagai wilayah di Kota Bandung. Setelah sukses dengan seri West Pride, Central Pride, North Pride, dan South Pride, tahun ini giliran East Pride yang diangkat sebagai tema utama.
Melalui seri ini, Bandung memperkenalkan setiap kawasannya sebagai destinasi musik dan budaya, sekaligus menegaskan bahwa kreativitas tak hanya tumbuh di pusat kota, tetapi juga di pinggiran yang penuh energi dan semangat kolaboratif.
(Kyy/Budis)











