BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menyiapkan bantuan sebesar Rp10 juta untuk setiap kepala keluarga (KK) yang mengungsi akibat bencana longsor di lereng Gunung Burangrang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, bantuan tersebut ditujukan untuk membantu para penyintas menyewa tempat tinggal sementara sekaligus memenuhi kebutuhan hidup selama dua bulan ke depan.
“Nanti sekitar sepuluh juta per kepala keluarga untuk ngontrak dulu, terserah mau di mana,” ujar Dedi saat meninjau lokasi pengungsian, Sabtu.
Dedi menyebut, pengungsi sebaiknya tidak terlalu lama tinggal di posko karena dapat berdampak pada kondisi psikologis mereka, terutama bagi anak-anak dan lansia.
“Kalau terlalu lama di sini bisa tambah stres,” katanya.
Baca Juga:
Update Korban Longsor Cisarua Bandung Barat: 10 Orang Tewas, 82 Masih Hilang
Korban Longsor Bertambah, Bupati Bandung Barat Tetapkan Status Darurat Bencana
Pemprov Diminta Segera Siapkan Anggaran
Ia pun menginstruksikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman untuk segera menyiapkan dan mengalokasikan anggaran bantuan agar dapat segera disalurkan kepada warga terdampak.
Menurut Dedi, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi menjadi langkah awal agar pemerintah bisa lebih fokus pada penanganan bencana secara menyeluruh.
“Per kepala keluarga Rp10 juta untuk cari kontrakan dan bekal hidup selama dua bulan. Dengan begitu, kita bisa fokus ke recovery dan pencarian korban,” ujarnya.
Pencarian Korban Masih Berlangsung
Dedi juga menyampaikan perkembangan proses evakuasi korban longsor. Hingga saat ini, tim SAR gabungan telah berhasil menemukan enam orang korban dari lokasi bencana.
“Yang ditemukan tadi tiga, kemudian satu lagi jadi empat, lalu ada dua lagi yang diangkat. Jadi total ada enam,” katanya.
Proses pencarian korban lainnya masih terus dilakukan oleh tim gabungan dengan mempertimbangkan kondisi tanah yang masih labil serta faktor keselamatan petugas di lapangan.
(Dist)











