BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap melanjutkan berbagai proyek infrastruktur skala besar pada tahun 2026, meski pun kondisi keuangan daerah tengah menghadapi tekanan serius akibat defisit anggaran.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyatakan, bahwa keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan.
Ia menyebut, proyek-proyek infrastruktur yang telah dirancang memiliki peran strategis dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah serta menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
“Pembangunan tidak boleh berhenti hanya karena tekanan anggaran. Justru di saat seperti ini, negara dan pemerintah daerah harus tetap hadir untuk memastikan roda ekonomi berjalan,” ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya, Rabu (7/1/2025)
Berdasarkan rencana pembiayaan pada APBD 2026, sejumlah proyek strategis tetap menjadi prioritas utama meski tekanan anggaran makin berat. Antara lain, pemerintah daerah akan fokus pada penyelesaian penerangan jalan umum (PJU) terintegrasi di banyak titik wilayah serta pembangunan sejumlah jembatan besar di berbagai daerah seperti Kabupaten Karawang dan kawasan Dayeuhkolot di Kabupaten Bandung.
Selain itu, ada juga proyek flyover di Bulak Kapal, Kota Bekasi, yang dirancang untuk mengurai kemacetan di titik-titik padat lalu lintas.
Baca Juga:
Cegah Banjir, Pemkot Bandung Segera Normalisasi Sungai Cijangjawa
Daftar Lengkap Desa di Aceh yang Lenyap Diterjang Banjir-Longsor Akhir 2025
Pemerintah provinsi juga memproyeksikan pembangunan underpass di Kota Cimahi dan pembebasan lahan untuk jalan lanjutan di kawasan Padalarang, yang diharapkan mengatasi hambatan mobilitas harian masyarakat.
Proyek lain yang juga direncanakan yaitu pengembangan jalur Puncak Dua, yang dianggap penting untuk mengurangi kemacetan di rute utama wisata dan perdagangan di Jawa Barat.
Keseluruhan rencana ini menunjukkan bahwa meskipun Provinsi Jawa Barat menghadapi defisit dalam APBD, program pembangunan tetap berjalan untuk menjawab kebutuhan dasar dan pertumbuhan ekonomi.
Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti, sekalipun tantangan anggaran semakin berat.
Dengan kerja sama antara Pemprov Jabar, DPRD, dan pemangku kepentingan lainnya, proyek infrastruktur strategis ini akan tetap dilaksanakan demi manfaat luas bagi warga Jawa Barat.
(Magang UIN Sunan Gunung Djati Bandung/Fauzan Pradipta Rahmanto)











