Didesak PDIP Hentikan Penulisan Sejarah Ulang, Respon Fadli Zon Catut Bung Karno

fadli zon penulisan ulang sejarah
(Gerindra)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menanggapi desakan fraksi PDIP DI DPR, yang mendesak  menghentikan penulisan ulang sejarah nasional.

“Masa sejarah kita hentikan?” kata Fadli Zon kepada wartawan selepas menghadiri peluncuran video musik Presiden ke-6 RI SBY berjudul Save Our World di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Selasa (01/07/2025) malam.

Ia menekankan, sesuai dengan amanat Bung Karno yang menyatakan bahwa sejarah jangan pernah ditinggalkan.

“Sejarah kan diperlukan. Amanat Bung Karno jangan pernah meninggalkan sejarah,” jelas Fadli Zon.

Diberitakan sebelumnya, Fraksi PDIP DPR RI meminta pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan, untuk menghentikan penulisan sejarah ulang, yang ditargetkan tuntas pada 17 Agustus 2025 mendatang.

“Kami meminta dengan tegas stop penulisan ini, karena sudah menimbulkan polemik dan melukai banyak orang,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (30/6/2025).

Jika sebelumnya, partai berlogo banteng moncong putih itu, meminta penulisan sejarah untuk ditunda.

Namun, mengingat banyaknya gunjingan yang berkembang, maka sudah saatnya Fraksi meminta kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon untuk menghentikan.

BACA JUGA:

Putri Gus Dur Kritik Fadli Zon Soal Sangkalan Pemerkosaan Massal 1998

Sempat Minta Ditunda, Kini PDIP Desak Penulisan Sejarah Ulang Distop!

Ia tak menepis, bahwa salah satu persoalan yang menjadi sikap Fraksi PDIP itu, pernyataan kontroversial dari Fadli Zon terkait usulan terkait peristiwa pemerkosaan massal pada tahun 1998 hanya rumor. Akan tetapi, ada pertimbangan lainnya juga.

“Termasuk banyaknya para sejarawan yang kemudian keluar dari tim, menyatakan mundur dari tim penulisan. Berarti apa? Berarti di situ banyak persoalan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Esti, karena di situ banyak polemik, maka Fraksi PDIP dengan tegas meminta agar penulisan sejarah ini dihentikan.

“Sampai kemudian kita bisa mendiskusikan kembali yang kemudian sejarawan-sejarawan yang lain pun bisa terlibat lebih banyak dan tidak ada persoalan-persoalan prinsip yang itu akan melukai banyak orang,” katanya.

Adapun sikap resmi pihaknya, akan disampaikan secara resmi saat Komisi X DPR RI menggelar rapat kerja (raker) bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Rapat direncanakan digelar dalam pekan ini.

“Kita minta itu kita bertemu, lalu kita meminta dengan tegas stop penulisan sejarah yang sudah menimbulkan banyak problematika, termasuk menjadi sorotan dari dunia luar,” pungkasnya.

(Saepul)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
DJP
DJP Dukung UMKM Naik Kelas via PP Nomor 20 Tahun 2026
Bupati Bandung Siapkan Langkah Terpadu Tangani Banjir, Sampah, dan Krisis Air saat Kemarau
Bupati Bandung Siapkan Langkah Terpadu Tangani Banjir, Sampah, dan Krisis Air saat Kemarau
Spanyol
Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional
bank bjb Dorong Sport Tourism Lewat Kesuksesan Suroboyo 10K di Kota Surabaya
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Berita Lainnya

1

Jembatan Cirahong, Satu-satunya Jembatan Susun di Indonesia

2

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

5

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
Headline
Puluhan Warga Kota Bandung Antusias Ikuti Program Padat Karya Tematik 2026
Puluhan Warga Kota Bandung Antusias Ikuti Program Padat Karya Tematik 2026
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik