JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Aktor Eza Gionino mendadak ramai diperbincangkan publik setelah dikaitkan dengan salah satu karakter dalam buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans. Spekulasi itu memancing reaksi Eza hingga akhirnya angkat bicara dengan sikap tak terduga.
Spekulasi Publik soal Karakter Zane Menguat
Perbincangan warganet mencuat setelah sejumlah pembaca Broken Strings menilai adanya kemiripan antara tokoh bernama Zane dalam buku tersebut dengan sosok Eza Gionino di kehidupan nyata.
Dugaan itu berkembang seiring detail karakter yang digambarkan memiliki suara berat dan kebiasaan menggerakkan alis, ciri yang oleh banyak orang dianggap identik dengan Eza.
Spekulasi semakin menguat ketika kisah dalam buku turut menyinggung masa lalu Zane yang terseret kasus kekerasan terhadap pasangan.
Narasi tersebut langsung dikaitkan publik dengan kasus hukum yang pernah menimpa Eza Gionino beberapa tahun silam, sehingga memicu diskusi panjang di media sosial.
Eza Gionino Menanggapi dengan Sikap Santai
Menanggapi isu yang semakin meluas, Eza Gionino akhirnya angkat bicara melalui unggahan di akun TikTok pribadinya, @therealezagio. Alih-alih menunjukkan keberatan, aktor tersebut justru memilih menyikapi spekulasi itu dengan tenang.
“Gue tahu sekarang ada isu yang rame banget, ada seseorang bikin novel tentang kehidupan dia dan ada satu karakter atau seseorang yang disebut sama dia dan kalian berpikir itu semua gua, it’s okay nggak apa-apa,” ujar Eza.
Ia menegaskan tidak merasa terganggu dengan anggapan publik, bahkan jika sebagian orang menilai karakter tersebut digambarkan secara berlebihan.
Tak Keberatan Selama Orang Lain Merasa Bahagia
Eza menyampaikan bahwa selama persepsi tersebut tidak merugikan siapa pun dan justru memberi kepuasan bagi pembaca, ia tidak mempermasalahkannya. Menurutnya, setiap orang berhak memiliki sudut pandang masing-masing terhadap sebuah karya.
“Selama hal itu bisa membuat kalian bahagia di luar sana, it’s okay nggak apa-apa, walaupun dibilang berlebihan, it’s okay nggak apa-apa,” lanjutnya.
Pernyataan ini langsung menjadi sorotan karena berbeda dengan respons figur publik pada umumnya yang cenderung defensif ketika namanya dikaitkan dengan isu sensitif.
Baca Juga:
Mirip di Broken Strings, Iklan Simpati 2008 Jadi Awal Pertemuan Aurelie dan Roby Tremonti
Aurelie Moeremans Bantah Pernikahan 2011, Gereja Akui Kesalahan Prosedur
Lebih jauh, Eza Gionino memastikan dirinya tidak memiliki niat untuk membawa persoalan tersebut ke ranah hukum. Ia menegaskan tidak akan melaporkan Aurelie Moeremans terkait isi buku Broken Strings.
Sebaliknya, Eza justru menyampaikan harapan baik untuk Aurelie yang kini telah menjalani kehidupan baru sebagai seorang istri.
“Gue harapin semua ini cepat selesai, cepat berlalu. Kamu di sana juga sudah menikah dan semoga sehat dan baik-baik aja bersama suami di sana,” tutur Eza.
Tentang Buku Broken Strings
Sebagai informasi, Broken Strings merupakan buku memoar karya Aurelie Moeremans yang mengusung genre novel semi-autobiografi. Buku ini mengangkat kisah emosional tentang hubungan yang penuh gejolak, luka batin, serta proses pemulihan diri seorang perempuan.
Cerita dalam Broken Strings disampaikan secara personal dan jujur, menyoroti pengalaman berada dalam hubungan tidak sehat yang melibatkan manipulasi emosional hingga kekerasan verbal dan fisik. Tak heran jika buku ini memantik banyak reaksi karena dinilai memiliki kemiripan dengan realitas dunia hiburan.
Meski demikian, Aurelie Moeremans tidak pernah secara eksplisit menyebut bahwa karakter-karakter dalam bukunya merepresentasikan tokoh tertentu di dunia nyata.
(Dist)










