BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung menegaskan dukungannya terhadap pelestarian pencak silat sebagai bagian penting dari warisan budaya sekaligus potensi pariwisata.
Kepala Disbudpar Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menyebut pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi juga seni dan budaya yang menjadi objek pemajuan kebudayaan.
“Dukungan pasti selalu diberikan. Kalau sifatnya fasilitas, perizinan atau surat pengantar, kita siap memfasilitasi. Namun pelaksanaan kegiatan tetap dipegang penyelenggara,” kata Adi, Jumat (3/10/2025).
Menurutnya, pencak silat memiliki peluang besar untuk mendongkrak pariwisata Bandung, terutama jika dikemas dalam ajang kompetisi atau festival berskala besar.
“Kalau kegiatan seperti pasanggiri sudah diidentifikasi jauh hari, bisa dimasukkan ke dalam kalender of event pariwisata Kota Bandung. Dengan begitu, pencinta pencak silat dari seluruh Jawa Barat bahkan luar negeri bisa mengetahui jadwalnya dan datang ke Bandung,” jelasnya.
Baca Juga:
Warga Semakin Melek Digital, Kota Bandung Raih Indeks Masyarakat Digital Tertinggi 2025
DPRD Kota Bandung Desak Pemkot Tertibkan Dapur MBG Tanpa Sertifikat
Adi juga menyinggung kemungkinan keterlibatan komunitas pencak silat dalam Asia Africa Festival (AAF). Namun, dirinya masih akan memastikan daftar peserta resmi.
“Seingat saya ada yang sudah terlibat di AAF, tapi karena banyak komunitas, saya perlu cek dulu siapa saja yang sudah mendaftar,” ujarnya.
Adi juga menegaskan, Pemkot Bandung melalui Disbudpar akan terus membuka ruang kolaborasi bagi komunitas budaya, termasuk pencak silat, agar bisa tampil di event resmi kota maupun festival bertaraf internasional.
“Yang terpenting, kegiatan ini jangan hanya jadi ajang silaturahmi antarpendekar, tetapi juga menjadi daya tarik budaya dan wisata yang membanggakan Bandung,” pungkasnya.
(Kyy/_Usk)











