LAMONGAN, TEROPONGMEDIA.ID – Mahasiswa Program Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) menginisiasi program pengolahan limbah rumah tangga bertajuk ECO-CANDLE, berupa pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi bernilai ekonomi. Kegiatan ini digelar di Balai Desa Jubellor, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, pada Sabtu (24/1/2026).
Dikutip dari laman resmi UNAIR, program tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat desa melalui penguatan ekonomi berbasis lingkungan berkelanjutan. Sebanyak 28 anggota PKK Desa Jubellor terlibat aktif dalam kegiatan yang menggabungkan edukasi pengelolaan limbah dan pelatihan wirausaha kreatif.
Mahasiswa BBK 7 UNAIR memberikan pemahaman kepada peserta mengenai bahaya pembuangan minyak jelantah tanpa pengolahan, yang berpotensi mencemari tanah dan saluran air. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada peluang ekonomi dari limbah rumah tangga yang selama ini dianggap tidak bernilai.
Baca Juga:
Shredtics, Inovasi Mahasiswa UM: Alat Cacah Plastik Portabel Ramah Lingkungan
Pelatihan dilakukan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, mulai dari proses pemurnian minyak jelantah, pencampuran bahan pendukung, penambahan aroma terapi, hingga teknik pencetakan lilin. Metode praktik langsung diterapkan agar peserta mampu menguasai keterampilan produksi secara mandiri dan berkelanjutan.
Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, program ECO-CANDLE juga bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah yang ramah lingkungan. Produk lilin aromaterapi yang dihasilkan diharapkan dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan sebagai sumber pendapatan tambahan bagi keluarga di Desa Jubellor.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 1 (Pengentasan Kemiskinan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan Layak), SDG 13 (Aksi Iklim), SDG 15 (Ekosistem Darat), serta SDG 17 (Kemitraan).
Melalui program ECO-CANDLE, mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga berharap pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dapat terus berlanjut sebagai program produktif berbasis masyarakat, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan kesejahteraan ekonomi warga.











